Home > Posts filed under Gangaa SCTV
SINOPSIS Gangaa Episode 81 - Omkar dengan hati-hati berjalan mengelilingi tempat itu. Polisi menangkap banyak orang termasuk preman yang pernah di sewa Omkar. Omkar terlihat tegang, takut kalau mereka mengenali dirinya. Niru melihat itu dan bertanya, "apa yang kau lakukan di sini?" Omkar menjawab kalau dirinya sedang coba mengenali orang yang dia lihat bersama Gangaa, "apakah kau sudah menemukan Gangaa?" Niru menggeleng, "dia tak ada di sini. AKu tak tahu di mana dia berada." Niru menatap sekeliling, tiba-tiba dia ternampak sepatu yang gangaa yang terheletak diluar. Niru ingat kaalau dia yang memberlikan sepatu itu. Niru cepat-cepat mengambil sepatu itu dan mengamatinya, "ini sepatu Gangaa, aku yang membelikan untuknya." Niru tanpa buang waktu segera memberitahu inspektor petunjuk yang di perolehnya, "Gangaa ada disini." Mereka segera bergegas naik ke atas. kali ini, Omkar ikut bersama mereka.
Surili menyebut Gangaa sebagai sumber masalah, "orang itu bicara seperti seorang bos. Kita harus mengirim Gangaa keluar dari kota ini atau kita harus membunuhnya!" Heera setuju, "untung polisi pergi dengan tangan kosong.." Surili dan Heera telihat pucat dan tegang saat melihat Niru dan inspektor polisi datang kembali, "masalahnya tertunda sebentar tapi kini kembali lagi. Katakan padaku di mana Gangaa!" Surili coba menunjukan wajah tak bersalah, tapi Niru tidak mau lagi tertipu olehnya. Niru menunjukan sepatu Gangaa yang ada di tangannya, "dia ada di sini!" Inspektor kembali memerintahkan anak buahnya untuk mengeledah tempat itu sekali lagi. Surili dan anak buahnya menjadi tegang. Niru mendengar suara berisik dari dalam lemari. Perhatian semua orang terfokus pada lemari itu. Niru mendekat dan membuka pintunya. Dia sangat senang dan lega melihat Gangaa sementara Surili dan anak buahnya menjadi pucat. Niru membebaskan Gangaa dan memeluknya. Omkar juga terlihat lega dan beguman dalam hati, "bagus, akhirnya kita menemukan dia. Aku yang memberi petunjuk. Sekarang tak ada seorangpun yang mecurigasi aku." Inspektor menginterogasi Surili lalu menangkapnya.
Niu menatap Gangaa dengan penuh perhatian dan bertanya, "apakah kau baik-baik saja? AKu tahu tak ada orang yang bisa membawamu pergi dari kami. Orang-orang ini akan menerima hukumannya. Ayahmu ada di sini! Ayo kita pulang." Gangaa belum selesai, dia menunjuk ke kamar sebelah. Polisi segera pergi kesana. gangaa berkata, "Tuan datang untuk menyelamatkan aku, tapi mereka tdiak punya siapa-siapa. Tak ada yang tahu mereka ada di sini. Aku sudah memutuskan akan membantu mereka keluar dari sini dengan bantuanmu ketika tuan datang untuk menyelamatkan aku." Niru terharu dan berkata kalau dia sangat banga pad Gangaa, "mereka akan di antar kerumah dengan selamat." Niru kemudian berpamitan dan meminta inspektor mengabarinya lebih lanjut kalau-kalau ada yang membutuhkan bantuannya.
Gangaa berkata lagi, "aku yakin tuan pasti akan menemukan aku!" Omkar menatap gangaa dan bertanya, "apakah kau baik-baik saja? Terima kasih tuhan" Gangaa mengangguk. Niru mengucapkan terima kasih pada inspektor dan tim nya atas bantuannya. Nir berkata, "ayahmu memberimu nama yang tepat, Gangaa. kau mampu membersihkan segalanya..segala dosa!" Mereka lalu meninggalkan tempat itu untuk pulang kerumah.
Madhvi menangis haru sambil membelai kepala gangaa, "kami sangat mencemaskanmu. Apakah kau baik-baik saja?" Gangaa mengangguk, "tuan membawa aku kembali. Jangan menanggis nyonya." Nenek berterima kasih pad atuhan karena membawa Gangaa pulang dengan selamat. Gangaa memberitahu nenek kalau dirinya sangat merindukan semua orang terutaman nenek. nenek tersenyum, "apakah kau baik-baik saja? Apakah mereka mentusahkanmu?" Prabha berkomentar negatif tentang rumah borsir. Gangaa menyahut, "tempat itu sangat buruk. Aku di kunci dalam sebuah kamar. Gadis-gadis lain menangis ingin pulang.." Niu memberitahu semua orang kalau Gangaa menyelamatkan mereka semua, "mereka bisa pulang kerumah dengan selamat berkat Gaangaa."
Gangaa berkat akalau dirinya ingin mandi dan dia juga sangat lapar, "kakak coba membuatku makan banyak tapi aku menolak. AKu juga menolak memakai pakaian warna warni karena aku janda.." Nenek menitikkan air mata mendengarnya, tapi coba untuk bersikap tenang. Gangaa menanyakan Sagar. Dristhi memberitahu Gangaa kalau Sagar tidka sehat dan sedang istirahat, "pergilah mandi.." gangaa pergi bersama Dristhi. Semua orang lega karena Gangaa telah kembali kerumah.
Setelah mandi, Gangaa pergi menemui Sagar. Dia tidur. Gangaa mendenkatinya dan berkata, "kak Dristhi memberitahu aku kalau kau jatuh sakit karena mencemaskan aku. Ini artinya kau adalah temanku, teman baikku." Gangaa menyelimuti Sagar dan hendak peri dari sana ketika dia memegangi ujung saree Gangaa. Gangaa berbalik dan melihat Sagar sudah bangun. Sagar bertanya apakah Gangaa tak mau bicara padanya? Gangaa menjawab kalau dia tidak ingin membangunkan Sagar. sagar bangkit dan menyuruh Gangaa duduk di dekatnya. Gangaa menanyakan kesehatan Sagar, "apakah kau mencemaskan aku makanya kau jatuh sakit?" Sagar menyangkal. Gangaa tahu kalau Sagar pasti tidak akan mengatakannya karena dia besar kepala, "tapi aku tahu yang sebenarnya. Kau sangat memperhatikan aku.." Sagar terbatuk. Gangaa mengulurkan air minum padanya. Sagar meminum air itu dan berkata kalau dirinya sekarang baik-baik saja, "bagaimana denganmu? Kemana pereman-preman itu membawamu?" Gangaa menceritakan semuanya pada Sagar, "tempatnya sangat buruk. Orang-orang di sana lebih ketat daripada nenek, benaar-benar khadus. Aku sangat cemas karena tidak peri sekolah." Sagar bertanya apakah Gangaa tidak memikirkan dirinya? Gangaa mengiyakan, "aku merindukan semua orang. AKu seperti ingin menanggis." Sagar menghibur Gangaa, "sekarang kau bisa sekolah lagi, kau harus nekerja keras karena kau telah tertinggal pelajaran." Gangaa mengatakan yang sama pada Sagar. Sagar tdiak setuju karena dirinya sangat cerdas. gangaa balik bertanya, "memangnya aku tidak cerdas juga?"
Niru mengucapkan terima kasih pada Omkar atas bantuannya. Omkar merendahkan diri. Prabha juga memuji Omkar sekaligus bertanya, "tapi mengapa kau pergi ke tempat seperti itu?" Semua orang menatap Omkar. Omkar menjawab kalau dirinya sedang cemas dan berjalan kemana keliling, "aku tiba di sana secara kebetulan." nene juga mengucapkan terima kasih pada Omkar. Niu memberitahu Omkar kalau dirinya kini sangat menghormati Omkar lebih dari sebelumnya, "sangat tidak mungkin menemukan Gangaa tanpa bantuanmu." Omkar sangat senang karena rencananya berhasil. Omkar membantin, "kau tidak akan menyadarinya ketika aku menyelesaikan misiku dan pergi darti sini. bahkan kau tidak akan pernah memahaminya.."
SINOPSIS Gangaa Episode 82
crack
3/11/2016 02:39:00 PM
Serial TV
Bandung, IndonesiaSurili menyebut Gangaa sebagai sumber masalah, "orang itu bicara seperti seorang bos. Kita harus mengirim Gangaa keluar dari kota ini atau kita harus membunuhnya!" Heera setuju, "untung polisi pergi dengan tangan kosong.." Surili dan Heera telihat pucat dan tegang saat melihat Niru dan inspektor polisi datang kembali, "masalahnya tertunda sebentar tapi kini kembali lagi. Katakan padaku di mana Gangaa!" Surili coba menunjukan wajah tak bersalah, tapi Niru tidak mau lagi tertipu olehnya. Niru menunjukan sepatu Gangaa yang ada di tangannya, "dia ada di sini!" Inspektor kembali memerintahkan anak buahnya untuk mengeledah tempat itu sekali lagi. Surili dan anak buahnya menjadi tegang. Niru mendengar suara berisik dari dalam lemari. Perhatian semua orang terfokus pada lemari itu. Niru mendekat dan membuka pintunya. Dia sangat senang dan lega melihat Gangaa sementara Surili dan anak buahnya menjadi pucat. Niru membebaskan Gangaa dan memeluknya. Omkar juga terlihat lega dan beguman dalam hati, "bagus, akhirnya kita menemukan dia. Aku yang memberi petunjuk. Sekarang tak ada seorangpun yang mecurigasi aku." Inspektor menginterogasi Surili lalu menangkapnya.
Niu menatap Gangaa dengan penuh perhatian dan bertanya, "apakah kau baik-baik saja? AKu tahu tak ada orang yang bisa membawamu pergi dari kami. Orang-orang ini akan menerima hukumannya. Ayahmu ada di sini! Ayo kita pulang." Gangaa belum selesai, dia menunjuk ke kamar sebelah. Polisi segera pergi kesana. gangaa berkata, "Tuan datang untuk menyelamatkan aku, tapi mereka tdiak punya siapa-siapa. Tak ada yang tahu mereka ada di sini. Aku sudah memutuskan akan membantu mereka keluar dari sini dengan bantuanmu ketika tuan datang untuk menyelamatkan aku." Niru terharu dan berkata kalau dia sangat banga pad Gangaa, "mereka akan di antar kerumah dengan selamat." Niru kemudian berpamitan dan meminta inspektor mengabarinya lebih lanjut kalau-kalau ada yang membutuhkan bantuannya.
Gangaa berkata lagi, "aku yakin tuan pasti akan menemukan aku!" Omkar menatap gangaa dan bertanya, "apakah kau baik-baik saja? Terima kasih tuhan" Gangaa mengangguk. Niru mengucapkan terima kasih pada inspektor dan tim nya atas bantuannya. Nir berkata, "ayahmu memberimu nama yang tepat, Gangaa. kau mampu membersihkan segalanya..segala dosa!" Mereka lalu meninggalkan tempat itu untuk pulang kerumah.
Madhvi menangis haru sambil membelai kepala gangaa, "kami sangat mencemaskanmu. Apakah kau baik-baik saja?" Gangaa mengangguk, "tuan membawa aku kembali. Jangan menanggis nyonya." Nenek berterima kasih pad atuhan karena membawa Gangaa pulang dengan selamat. Gangaa memberitahu nenek kalau dirinya sangat merindukan semua orang terutaman nenek. nenek tersenyum, "apakah kau baik-baik saja? Apakah mereka mentusahkanmu?" Prabha berkomentar negatif tentang rumah borsir. Gangaa menyahut, "tempat itu sangat buruk. Aku di kunci dalam sebuah kamar. Gadis-gadis lain menangis ingin pulang.." Niu memberitahu semua orang kalau Gangaa menyelamatkan mereka semua, "mereka bisa pulang kerumah dengan selamat berkat Gaangaa."
Gangaa berkat akalau dirinya ingin mandi dan dia juga sangat lapar, "kakak coba membuatku makan banyak tapi aku menolak. AKu juga menolak memakai pakaian warna warni karena aku janda.." Nenek menitikkan air mata mendengarnya, tapi coba untuk bersikap tenang. Gangaa menanyakan Sagar. Dristhi memberitahu Gangaa kalau Sagar tidka sehat dan sedang istirahat, "pergilah mandi.." gangaa pergi bersama Dristhi. Semua orang lega karena Gangaa telah kembali kerumah.
Setelah mandi, Gangaa pergi menemui Sagar. Dia tidur. Gangaa mendenkatinya dan berkata, "kak Dristhi memberitahu aku kalau kau jatuh sakit karena mencemaskan aku. Ini artinya kau adalah temanku, teman baikku." Gangaa menyelimuti Sagar dan hendak peri dari sana ketika dia memegangi ujung saree Gangaa. Gangaa berbalik dan melihat Sagar sudah bangun. Sagar bertanya apakah Gangaa tak mau bicara padanya? Gangaa menjawab kalau dia tidak ingin membangunkan Sagar. sagar bangkit dan menyuruh Gangaa duduk di dekatnya. Gangaa menanyakan kesehatan Sagar, "apakah kau mencemaskan aku makanya kau jatuh sakit?" Sagar menyangkal. Gangaa tahu kalau Sagar pasti tidak akan mengatakannya karena dia besar kepala, "tapi aku tahu yang sebenarnya. Kau sangat memperhatikan aku.." Sagar terbatuk. Gangaa mengulurkan air minum padanya. Sagar meminum air itu dan berkata kalau dirinya sekarang baik-baik saja, "bagaimana denganmu? Kemana pereman-preman itu membawamu?" Gangaa menceritakan semuanya pada Sagar, "tempatnya sangat buruk. Orang-orang di sana lebih ketat daripada nenek, benaar-benar khadus. Aku sangat cemas karena tidak peri sekolah." Sagar bertanya apakah Gangaa tidak memikirkan dirinya? Gangaa mengiyakan, "aku merindukan semua orang. AKu seperti ingin menanggis." Sagar menghibur Gangaa, "sekarang kau bisa sekolah lagi, kau harus nekerja keras karena kau telah tertinggal pelajaran." Gangaa mengatakan yang sama pada Sagar. Sagar tdiak setuju karena dirinya sangat cerdas. gangaa balik bertanya, "memangnya aku tidak cerdas juga?"
Niru mengucapkan terima kasih pada Omkar atas bantuannya. Omkar merendahkan diri. Prabha juga memuji Omkar sekaligus bertanya, "tapi mengapa kau pergi ke tempat seperti itu?" Semua orang menatap Omkar. Omkar menjawab kalau dirinya sedang cemas dan berjalan kemana keliling, "aku tiba di sana secara kebetulan." nene juga mengucapkan terima kasih pada Omkar. Niu memberitahu Omkar kalau dirinya kini sangat menghormati Omkar lebih dari sebelumnya, "sangat tidak mungkin menemukan Gangaa tanpa bantuanmu." Omkar sangat senang karena rencananya berhasil. Omkar membantin, "kau tidak akan menyadarinya ketika aku menyelesaikan misiku dan pergi darti sini. bahkan kau tidak akan pernah memahaminya.."
SINOPSIS Gangaa Episode 82
SINOPSIS Gangaa Episode 82 - Madhvi memanggil Sagar agar mengemas tasnya. Gangaa memberitahu Madhvi kalau dirinya akan pergi ke sekolah, Kepala Sekolah datang untuk menginspeksi murid. Madhvi membawakan kotak makan siang untuk Gangaa sementara ganga sedang membantu mengemas tas Sagar. Sagar bertanya tentang inspeksi pada Gangaa, "kau menyebut dirimu pintar. Kau bahkan tak bisa menjawab teka-teki kemarin malam. Apakah kau tahu apa yang terjadi dalam inspeksi?" Gangaa berkata dirinya tak membutuhkan bantuan Sagar. Sagar menunjuk kuku Gangaa, "mereka memeriksa kuku, kebersihan, baju dan semuanya."
Gangaa masuk kekelasnya. Bulbul duduk di samping Reena. Bu Guwanti masuk kelas. Anak-anak menyambutnya. Dia menyuruh anak-anak duduk, "letakan buku kalian denganbaik. Kepala sekolah datang, jadi hati-hatilah. Kita akan belajar matematika tapi beliau akan memeriksa seragam kalian terlebih dahulu." Anak-anak berbaris. Gangaa ikut berbaris dan terlihat senang karena dia akan belajar hari ini. Kepalas ekolah masuk ke kelas. Anak-anak mengucapkans alam. Kepala sekolah menyuruh bu Guwanti memeriksa anak-anak dan seragamnya satu persatu, Bubul diam-diam bergeser ke barisan yang sudah di periksa. Gangaa melihat itu dan memberitahu bu Guwanti. Guwanti tidak punya pilihan lain selain memanggil Bulbul. Guwanti memarahi Bulbul karena mengunyah permen karet, juga karena dia mewarnai kukunya. Untuk itu, bu Guwanti menyuruh Bulbul berdiri di sudut. Bulbu dengan marah melotot pada Gangaa smabil berguman, "nanti akan aku tunjukan padamu apa yang terjadi kalau membuat masalah dengan Bulbu. Kau akan menyesalinya!"
Guru bertanya beberapa pertanyaan. Gangaa berpikir untuk menjawab pertanyaa itu, tapi Bulbul lebih dulu mennjawabnya. Gangaa menambahkan kalau warna putih artinya janda. Anak-anak menertawakan Gangaa. Kepala sekolah mendekati Gangaa dan bertanya, Siapa namau?" Gangaa mengatakan namanya. kepla sekolah bertanya tentang jawaban gangaa. Gangaa menjelaskan kalaua dirinya adalah janda, "nenek bilang janda hanya boleh memakai pakaian warna putih. Kalu tidak tuhan akan marah." Kepala sekolah menyangkal, "aturan itu di buat oleh masyarakat dan leluhur kita. Tidak tertulis dalam undang-undang negara kita. Warna putih melambangkan perdamaian. Itulah mengapa warna itu ada dalam bendera negara kita. Negera kita ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh dunia." Kepala sekolah menatap Gangaa dan bertanya, "sejak kapan kau sekolah di sini?" Gangaa menajwab, "baru hari ini." Lalu kepala sekolah bertanya, "apa yang telah di ajarkan para guru padamu?" Gangaa menjawab kalau guru menyuruh mereka mengupas kacang polong. Kepala sekolah menatap para guru dengan taajam. Guwanti coba untuk menyangkal, "saya hanya memberitahu anak-anak tentang manfaat kacang polong." Gangaa berkata kalau Guwanti berbohon, "bukan itu yang terjadi." Guru yang lain mendukung Guwanti, begitu pula Bulbu dan anak-anak yang lain. Kepala sekolah berkat akalu dia menapat banyak komplen tentang makanan yang di kirim untuk anak-anak, "anda harus memperhatikannya dengan benar. Anak-anak ini adalah masa depan kita. Kita harus memberi mereka makanan yang bergizi." Anak-anak terlihat antusias. Kepala sekolah pergi untuk memeriksa kelas yang lain. para guru menatap Gangaa dengan tajam. Bulbul dan Gangaa saling pandang dengan tatapanyang sulit di artikan.
Gangaa pulang sekolah. Dia nerlari masuk kedalam rumah dengan bersemangat dan bercerita tentang apa yang dia lakukan di sekolah, "kami belajar. Mulai besok, aku tidak perlu membawa makan siang ke sekolah. Semua orang akan mendapat jatah makan dari sekolah. Nenek, aku telah membantu anda anda memotong pengeluaran." Nenek mengejek Gangaa dengan manis.
Madhvi pergi kepasar. Gangaa ingin menyusulnya, "aku bisa membantu nyonya atau dia akan membawa barang belanjaanya sendiri." Nenek mengangguk setuju, "tapi ganti dulu bajumu." Gangaa segera berlari kekamar untuk berganti baju. Nenek tekejut melihat antusias Gangaa.
Gangaa menyusul Madhvi kepasar. Dia melihat-kesana kemari mencari Madhvi ketika dia melihat salah satu preman yang menculiknya dulu, "itu orang yangs ama. Aku akan memberitahu nyonya tentang ini." Setelah mencari kesana-kemari, Gangaa bertemu Madhvi. Dengan paksa, Gangaa mengajakny ake sudut untuk menunjukan preman yang telah menculik diirinya, "itu orangnya. Ada orang lain bersama denganya." Madhvi berniat menelpon Niru.
Pulkit memberitahu teman wanitanya yang adalah anak MLA bahwa Niranjan sedang bertemu dengan ayahnya, "semoga mereka bsia berteman." Si gadis mengangguk, "kita tak perlu khawatir dengan masa depan kita nantiu." Pulkit paham maksudnya, tapi tetap ingin mendengar alasanya juga.
Dengan sopan Niranjan menolak kasus yang di berikan MLA karena saudara iparnya telah melakukan pembunuha. MLA mengingatkan Niru kalau dia telah menandatangai persetujuan, "kejahatannya belum terbukti. Anda akan bekerja untuk membuktikan kalau dia tdiak bersalah." Niru berkata kalau dirinya tidak bisa melakukan itu setelah tahu yang sebenarnya. MLA mengancam Niru, "adna tidak akan bisa memperjuangkan kasus dari pihak lain kalau anda menolak memperjuangkan kasusku."
Madhvi tak bisa menghubungi Niru karena dia sedang meeting dengan MLA. Madhvi punya ide, dia mengambil foto pria itu. Pria itu sedang menelpon seseorang bawha dirinya sedang menunggu di tempat itu. Pria itu kemudian berbalik dan pergi. Gangaa ingin Madhvi mengikuti orang itu. Tapi Madhvi berkata biar polisi sajua yang melakukannya, "mereka berbahaya." Gangaa bertanya-tanya, "bagaimana kalau preman-preman itu meninggalkan kota ini? Setidaknya kita harus tahu keberadaan mereka. Madhvi melarang, jadi Gangaa mengejar orang itu sendirian.
SINOPSIS Gangaa Episode 83
crack
3/11/2016 02:39:00 PM
Serial TV
Bandung, IndonesiaGangaa masuk kekelasnya. Bulbul duduk di samping Reena. Bu Guwanti masuk kelas. Anak-anak menyambutnya. Dia menyuruh anak-anak duduk, "letakan buku kalian denganbaik. Kepala sekolah datang, jadi hati-hatilah. Kita akan belajar matematika tapi beliau akan memeriksa seragam kalian terlebih dahulu." Anak-anak berbaris. Gangaa ikut berbaris dan terlihat senang karena dia akan belajar hari ini. Kepalas ekolah masuk ke kelas. Anak-anak mengucapkans alam. Kepala sekolah menyuruh bu Guwanti memeriksa anak-anak dan seragamnya satu persatu, Bubul diam-diam bergeser ke barisan yang sudah di periksa. Gangaa melihat itu dan memberitahu bu Guwanti. Guwanti tidak punya pilihan lain selain memanggil Bulbul. Guwanti memarahi Bulbul karena mengunyah permen karet, juga karena dia mewarnai kukunya. Untuk itu, bu Guwanti menyuruh Bulbul berdiri di sudut. Bulbu dengan marah melotot pada Gangaa smabil berguman, "nanti akan aku tunjukan padamu apa yang terjadi kalau membuat masalah dengan Bulbu. Kau akan menyesalinya!"
Guru bertanya beberapa pertanyaan. Gangaa berpikir untuk menjawab pertanyaa itu, tapi Bulbul lebih dulu mennjawabnya. Gangaa menambahkan kalau warna putih artinya janda. Anak-anak menertawakan Gangaa. Kepala sekolah mendekati Gangaa dan bertanya, Siapa namau?" Gangaa mengatakan namanya. kepla sekolah bertanya tentang jawaban gangaa. Gangaa menjelaskan kalaua dirinya adalah janda, "nenek bilang janda hanya boleh memakai pakaian warna putih. Kalu tidak tuhan akan marah." Kepala sekolah menyangkal, "aturan itu di buat oleh masyarakat dan leluhur kita. Tidak tertulis dalam undang-undang negara kita. Warna putih melambangkan perdamaian. Itulah mengapa warna itu ada dalam bendera negara kita. Negera kita ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh dunia." Kepala sekolah menatap Gangaa dan bertanya, "sejak kapan kau sekolah di sini?" Gangaa menajwab, "baru hari ini." Lalu kepala sekolah bertanya, "apa yang telah di ajarkan para guru padamu?" Gangaa menjawab kalau guru menyuruh mereka mengupas kacang polong. Kepala sekolah menatap para guru dengan taajam. Guwanti coba untuk menyangkal, "saya hanya memberitahu anak-anak tentang manfaat kacang polong." Gangaa berkata kalau Guwanti berbohon, "bukan itu yang terjadi." Guru yang lain mendukung Guwanti, begitu pula Bulbu dan anak-anak yang lain. Kepala sekolah berkat akalu dia menapat banyak komplen tentang makanan yang di kirim untuk anak-anak, "anda harus memperhatikannya dengan benar. Anak-anak ini adalah masa depan kita. Kita harus memberi mereka makanan yang bergizi." Anak-anak terlihat antusias. Kepala sekolah pergi untuk memeriksa kelas yang lain. para guru menatap Gangaa dengan tajam. Bulbul dan Gangaa saling pandang dengan tatapanyang sulit di artikan.
Gangaa pulang sekolah. Dia nerlari masuk kedalam rumah dengan bersemangat dan bercerita tentang apa yang dia lakukan di sekolah, "kami belajar. Mulai besok, aku tidak perlu membawa makan siang ke sekolah. Semua orang akan mendapat jatah makan dari sekolah. Nenek, aku telah membantu anda anda memotong pengeluaran." Nenek mengejek Gangaa dengan manis.
Madhvi pergi kepasar. Gangaa ingin menyusulnya, "aku bisa membantu nyonya atau dia akan membawa barang belanjaanya sendiri." Nenek mengangguk setuju, "tapi ganti dulu bajumu." Gangaa segera berlari kekamar untuk berganti baju. Nenek tekejut melihat antusias Gangaa.
Gangaa menyusul Madhvi kepasar. Dia melihat-kesana kemari mencari Madhvi ketika dia melihat salah satu preman yang menculiknya dulu, "itu orang yangs ama. Aku akan memberitahu nyonya tentang ini." Setelah mencari kesana-kemari, Gangaa bertemu Madhvi. Dengan paksa, Gangaa mengajakny ake sudut untuk menunjukan preman yang telah menculik diirinya, "itu orangnya. Ada orang lain bersama denganya." Madhvi berniat menelpon Niru.
Pulkit memberitahu teman wanitanya yang adalah anak MLA bahwa Niranjan sedang bertemu dengan ayahnya, "semoga mereka bsia berteman." Si gadis mengangguk, "kita tak perlu khawatir dengan masa depan kita nantiu." Pulkit paham maksudnya, tapi tetap ingin mendengar alasanya juga.
Dengan sopan Niranjan menolak kasus yang di berikan MLA karena saudara iparnya telah melakukan pembunuha. MLA mengingatkan Niru kalau dia telah menandatangai persetujuan, "kejahatannya belum terbukti. Anda akan bekerja untuk membuktikan kalau dia tdiak bersalah." Niru berkata kalau dirinya tidak bisa melakukan itu setelah tahu yang sebenarnya. MLA mengancam Niru, "adna tidak akan bisa memperjuangkan kasus dari pihak lain kalau anda menolak memperjuangkan kasusku."
Madhvi tak bisa menghubungi Niru karena dia sedang meeting dengan MLA. Madhvi punya ide, dia mengambil foto pria itu. Pria itu sedang menelpon seseorang bawha dirinya sedang menunggu di tempat itu. Pria itu kemudian berbalik dan pergi. Gangaa ingin Madhvi mengikuti orang itu. Tapi Madhvi berkata biar polisi sajua yang melakukannya, "mereka berbahaya." Gangaa bertanya-tanya, "bagaimana kalau preman-preman itu meninggalkan kota ini? Setidaknya kita harus tahu keberadaan mereka. Madhvi melarang, jadi Gangaa mengejar orang itu sendirian.
SINOPSIS Gangaa Episode 83
Episode 61 - Sinopsis Gangaa, Saat itu Omkar dan Verma berbicara tentang rencana mereka. Omkar ingin mematahkan cita-cita Niranjan . dia mengatakan Hari ini semuanya akan berakhir!
Ketika ity Pulkit masih ragu-ragu untuk meminta maaf kepada ayahnya. Mereka pun mendengar beberapa keributan di luar sana , jadi pasti ayah tidak akan dalam suasana baik, jadi aku belum Pulkit mengatakan apa-apa. Ketika itu Para wartawan masuk ke dalam rumah. Dan Omkar senang dengan drama ini.
Saat itu Para wartawan datang untuk menanyakan kepada Niranjan tentang lembar palsu itu. Wartawan itu berkata, kau adalah orang besar, sebagai pengacara yang dihormati di kota ini. Apakah itu pertama kalinya ketika kamu sudah mendapat anak yang telah membuat lembar tanda palsu? lalu Niranjan melihat Pulkit.
Dan saat itu Niranjan melihat Pulkit dengan marah. Omkar memiliki senyum lebar di wajahnya karena masalah ini menimpa Niranjan. Lalu datanglah Verma. Dia berbicara kepada wartawan.
Siapa yang memberi kamu hak untuk mempertanyakan masalah ini, jujur saja? Niranjan berdiri di sana dengan tenang. Amma ji menceritakan kepada wartawan bahwa mereka memiliki info yang salah tapi Niranjan mengaku kebenaran. Tidak ada yang salah paham kata Niranjan. Wartawan bertanya lagi apakah kau telah benar-benar melakukannya.?
Verma mengatakan kepada mereka untuk tidak menanyakan kepada Niranjan seperti ini. Lalu Verma menyurh mereka semua luar bersama dengan Omkar.
Saat itu Niranjan terluka. Dia melihat Pulkit benar-benar sedih. Verma bertanya kepadanya tentang lembar tanda palsu itu. Niranjan pun bertanya-tanya mengapa dan bagaimana hal ini terjadi. Semua hormat kepada saya dan sekarang kehormatan ku ternodai karena anak saya sendiri! Niranjan pun pergi dari sana.
Lalu Pulkit pun pergi keluar. Namun Madhvi mencoba untuk menghentikannya tetapi Amma ji melarangnya. Malahan Ganga yang mengikuti Pulkit. Saat itu Madhvi pun menangis.
Ketika itu Pulkit duduk sedih di beberapa tangga dekat rumah. Dia menangis. Karena saya melakukannya. Aku tidak tahu masalah itu bisa sejauh ini. Saya telah memberikan lembar tanda palsu itu kepada papa. Aku tidak mengatakan padanya untuk mengirimkannya ke sekolah .
Ganga menjawab bahwa para wartawan yang menyalahkan Babu karena kesalahannya saja. dan Pulkit merasa buruk bagi ayahnya. Ganga berpikir tentang kata-kata Bappa nya. Tutup mata kamu dan hati kamu akan menunjukkan jalan.
Dia mengatakan Pulkit melakukan hal yang sama. kamu akan mendapatkan jawaban kamu dari hati kamu sendiri . kau bisa melihat keadaan orang tuanya berada dimana. Saat ini wartawan menyalahkan papa. Saat itu Ganga telah mendapat jawabannya.
Ikuti update Juragan Sinopsis setiap hari lewat Twitter di @Rujakdulit
Ketika ity Pulkit masih ragu-ragu untuk meminta maaf kepada ayahnya. Mereka pun mendengar beberapa keributan di luar sana , jadi pasti ayah tidak akan dalam suasana baik, jadi aku belum Pulkit mengatakan apa-apa. Ketika itu Para wartawan masuk ke dalam rumah. Dan Omkar senang dengan drama ini.
Saat itu Para wartawan datang untuk menanyakan kepada Niranjan tentang lembar palsu itu. Wartawan itu berkata, kau adalah orang besar, sebagai pengacara yang dihormati di kota ini. Apakah itu pertama kalinya ketika kamu sudah mendapat anak yang telah membuat lembar tanda palsu? lalu Niranjan melihat Pulkit.
Dan saat itu Niranjan melihat Pulkit dengan marah. Omkar memiliki senyum lebar di wajahnya karena masalah ini menimpa Niranjan. Lalu datanglah Verma. Dia berbicara kepada wartawan.
Siapa yang memberi kamu hak untuk mempertanyakan masalah ini, jujur saja? Niranjan berdiri di sana dengan tenang. Amma ji menceritakan kepada wartawan bahwa mereka memiliki info yang salah tapi Niranjan mengaku kebenaran. Tidak ada yang salah paham kata Niranjan. Wartawan bertanya lagi apakah kau telah benar-benar melakukannya.?
Verma mengatakan kepada mereka untuk tidak menanyakan kepada Niranjan seperti ini. Lalu Verma menyurh mereka semua luar bersama dengan Omkar.
Saat itu Niranjan terluka. Dia melihat Pulkit benar-benar sedih. Verma bertanya kepadanya tentang lembar tanda palsu itu. Niranjan pun bertanya-tanya mengapa dan bagaimana hal ini terjadi. Semua hormat kepada saya dan sekarang kehormatan ku ternodai karena anak saya sendiri! Niranjan pun pergi dari sana.
Lalu Pulkit pun pergi keluar. Namun Madhvi mencoba untuk menghentikannya tetapi Amma ji melarangnya. Malahan Ganga yang mengikuti Pulkit. Saat itu Madhvi pun menangis.
Ketika itu Pulkit duduk sedih di beberapa tangga dekat rumah. Dia menangis. Karena saya melakukannya. Aku tidak tahu masalah itu bisa sejauh ini. Saya telah memberikan lembar tanda palsu itu kepada papa. Aku tidak mengatakan padanya untuk mengirimkannya ke sekolah .
Ganga menjawab bahwa para wartawan yang menyalahkan Babu karena kesalahannya saja. dan Pulkit merasa buruk bagi ayahnya. Ganga berpikir tentang kata-kata Bappa nya. Tutup mata kamu dan hati kamu akan menunjukkan jalan.
Dia mengatakan Pulkit melakukan hal yang sama. kamu akan mendapatkan jawaban kamu dari hati kamu sendiri . kau bisa melihat keadaan orang tuanya berada dimana. Saat ini wartawan menyalahkan papa. Saat itu Ganga telah mendapat jawabannya.
Ikuti update Juragan Sinopsis setiap hari lewat Twitter di @Rujakdulit

Selanjutnya: Episode 62 - Sinopsis Gangaa
crack
3/07/2016 06:59:00 PM
Serial TV
Bandung, Indonesia
Episode 60 - Sinopsis Gangaa - Hari ini, Amma ji berkata kepada Pulkit, sudah jangan banyak berpikir, tidurlah cepat sana. Mari kita berharap agar besok aman-aman saja. Lalu saat itu Ganga datang. Namun Amma ji tegur dia tanpa alasan.
Gangaa kau cepat Tidur tenang. Ganga pun berbaring tidur. Saat itu Pulkit duduk karena dia berpikir tentang bagaimana ayahnya menamparnya. Lalu Pulkit pergi keluar dari ruangan dan Ganga pun mengikutinya ke luar.
Saat itu Pulkit duduk di luar sedih. Ia melihat Ganga datang ke sana juga. Gangaa pun duduk di sampingnya. Gangaa berkata, kau sangat marah dengan aku? Pulkit menjawab sedikit kasar. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang kamu lakukan hari ini.
Saat itu Gangaa berbicara tentang apa yang Bappa nya katakan pada saat itu. Ayahku mengatakan bahwa jadi orang harus bisa menerima kesalahan mereka agar orang itu memiliki hati yang baik.
Memang aku yang membuat kesalahan. tetapi Kamu yang melakukannya. Kau tahu itu jugakan. Ayo cepat untuk meminta maaf kepada Babu dan pasti semuanya akan baik-baik. Dan Pulkit pun menurun.
Lalu Gangaa meminta Pulkit untuk segera melakukannya karena akan membuat Babu bahagia. Pulkit bertanya, apakah kau berpikir papa akan memaafkan aku dengan begitu mudah?. Dia membenci segala sesuatu tentang saya. Pulkit pun pergi kembali ke dalam. Ganga mengatakan kau tidak tahu Babu sama sekali.
Dia adalah orang yang sangat baik. Jadi aku harus bagaimana membuat dia mengerti kata Pulkit? Gangaa pun menjawab, aku yakin Babu benar-benar akan mengampuni kamu.
Saat itu Niranjan tidak dalam suasana hati yang baik untuk pergi ke pengadilan hari ini. Bagaimana saya akan melihat kriminal ketika saya tahu bahwa anak saya sendiri telah melakukan kejahatan! Madhvi berkata, memang aku mengerti rasa sakitnya. Tapi Pulkit adalah anak-anak. Hal ini tidak benar, untuk mengharapkan dia untuk berpikir seperti kamu. dia adalah anak-anak. Saya pikir kita harus benar-benar mendukung dia.
Pulkit membutuhkan dukungan kamu. di balik kesalahannya, dia ingin membuat kamu bahagia. Saya setuju bahwa itu salah, tapi coba untuk memahaminya. Sebenarnya dia tidak ingin melakukannya. Lalu saat itu Ganga datang untuk berbicara tentang sesuatu yang penting tapi dia tidak mau.
Saat itu Gangaa mendengarkan pembicaraan mereka dan Gangaa pun datang ke hadapan mereka. Niranjan dan madhvi berhenti berbicara dan mereka terkejut. Gangaa berkata, Apakah semunya itu benar? Apakah saya membuat kesalahan? Niranjan pun menggeleng.
Pulkit telah banyak membantu saya. Dia adalah anak yang sangat baik. Dia mengasihi kamu dengan tulus. Saya mohon Maafkan dia kata Gangaa. namun Niranjan menjawab, jangan mengatakan apa yang kau tidak sadar Gangaa.
Saat itu Gangaa bahkan sujud di kakinya Niranjan. Dia bertanya padanya apakah kau mengerti apa yang Pulkit telah lakukan?. Ganga pun mengangguk. lalu Niranjan meminta madhvi membantu Gangaa jika dia berbicara kepada Pulkit. Madhvi pun mengangguk
kamu memiliki hak untuk berbicara dengannya atau membuatnya mengerti. Ganga mendapat senang. Namun Sagar mengatakan Pulkit seperti ini karena Ganga. Dia adalah gadis yang sangat buruk.
Dan Madhvi pun datang untuk memberitahu Pulkit untuk segera pergi ke ruang belajar. Tetapi Amma ji menyarankan Pulkit untuk meminta maaf dahulu kepada Niranjan. tapi Pulkit enggan melakukannya, tetapi semua orang pun menyuruh dia untuk segera pergi. namun Madhvi menyarankan Pulkit untuk tidak berbicara kembali ke papa nya.
Ikuti update Juragan Sinopsis setiap hari lewat Twitter di @Rujakdulit
Selanjutnya: Episode 61 - Sinopsis Gangaa
crack
3/07/2016 06:59:00 PM
Serial TV
Bandung, Indonesia
*** Niru, Raghav Ji membawa Omkar ke kantor polisi untuk di mintai keterangannya. Karena dia bilang dia telah melihat Gangaa. Niru meminta Inspektor polisi untuk menggeledahh daerah itu karena mereka telah mendapatkan petunjuk yang penting, "aku yakin dia ada di sana! Kakak ipar akan ikut dengan kita untuk menunjukan daerahnya." Omkar tegang dan berpikir, "aku harap preman-preman itu tak ada di sana atau mereka akan mengenali aku." Dengan enggan Omkar peri bersama Niri, Raghav Ji, Inspektor polisi dan anak buahnya.
Surili Bai bicara dengans alah satu pelangannya. Penculik Gangaa masih ada di sana mereka mengamati para gadis. Heera mengusir mereka, "seseorang harus punya uang walaupun hanya sekedar melihat gadis-gadis Surili Bai." Mereka kemudian pergi. Heera menyuruh gadis-gadis itu kembali bekerja.
Gangaa haus tapi sudah tidak ada air dalam tekok. Dia memanggil kamini. Tapi tak ada yang datang. Gangaa melihat sebuah pintu terbuka. Dia mendorong pintu dan masuk kedalam. Sepertinya itu adalah gudanh karena banyak kardus dan karton di simpan di sana. Dari dalam situ, Gangaa mendengar suara tangisan. Dia melangkah dan tiba di ruangan utama di mana Surili Bai sedang duduk. gangaa cepat-cepat menyembunyikan diri agar tidak terlihat olehnya. Gangaa berbalik hendak pergi ke tempat di mana dia mendengar suara tangisan. Di amengintip kedalam kamar itu. Ada banyak gadis di sana. Mereka semua terlihat menangis dan ingin pulang kerumahnya.Salah satu dari gadis itu ada yang sengaja di jual oleh pamannya sendiri. Mereka saling menasehati agar tidak coba-coba keluar dari tempat ini. Salah satu dari mereka ad ayang pernah mencoba tapi tertangkap dan akhirnya di pukuli. Mendengar itu, Gangaa bertekad akan melakukan sesuatu untuk mereka. Dia hendak mendobrak pintu tapi mengurungkan niatnya dan kembali ke kamarnya ketika mendengar suara berisik.
kamini datang untuk membawa air minum buat Gangaa. Dia melihat Gangaa datang dari kamar sebelah. Gangaa berkata kaalau dirinya mencari air minum, tapi tak menemukannya. kamini memberi Gangaa air minum. Gangaa meminumnya. Dia memuji Kamini sebagai orang yang baik, "semua orang pasti khawatir denganku. Tolong biarkan aku pergi, kak." Gangaa memeluk Kamini. Kamini meminta Gangaa agar tidak menyakitinya dengan terus menerus minta di lepaskan, "aku juga sama tak berdayanya sepertimu..aku juga di bawa kesini dengan paksa. Aku telah mencoba untuk pergi dari sini tapi sia-sia. Sekarang aku harus membiasakannya. Aku harap kau bisa keluar dari sini dengan selamat." Gangaa yakin dirinya tidak akan tinggal di sini. Kamini berdoa semoga keinginan gangaa terkabul.
Sagar mencari permainan baru untuk di mainkan bersama gangaa kalau dia kembali. Dia akan mengajari gadis itu memainkan permainan itu. madhvi menyuruh Sagar minum obat dengan susu. Sagar bertanya pada Madhvi apakah Gangaa pulang hari ini? Madhvi menjawab kalau ayahnya telah pergi ke bersama polisi ketempat di mana paman Omkar telah melihat gangaa, "mari berdoa semoga segalanya berjalan dengan baik." Sagar berdoa untuk Gangaa, "Tohan, tolong kirim Gangaa pulang. AKu tidak akan pernah lagi bertengkar denganya atau memberinya kesulitan. Dia berpikir aku adalah temannya. Maka aku juga akan menjadi temanbaiknya. Tolong kirim dia pulang. Aku tidak ingin melakukan sesuatu tanpa dirinya. Aku sangat merindukannya. Kumohon bawa dia pulang, tuhan!" madhvi dan nenek melihat Sagar berdoa. nenek juga berharap gangaa akan pulang dengan selamar. Madhvi dan nenek kemudian berdoa untuk Gangaa.
Omkar membawa Niru dan polis ke daerah lampu merah, "aku telah melihat dia disini." Inspektor memberitahu kalau ini adalah wilayahnya Surili Bai. Omkar lega karena telah membawa mereka ke tempat yang benar, "aku tidak perlu memberi uang untuk menyelamatkan Gangaa. Dan niru akan berpikir positif tentang aku." Inspektor memutuskan untuk mengerahkan anak buahnya menyisir setiap sudut di area itu untuk menemukan Gangaa. Niru bergabung dengan mereka.
Gangaa berlari masuk ke ruangan utama. beberapa orang menangkapnya sehingga mereka bsia mengenakanpakaian berwarna-warni padanya. Kamini tersenyum melihat mereka kesulitan menangani gangaa. Surili bai datang dan menyruruh para gadis agar membiarkan Gangaa tetap berpakain seperti itu, "aku akan mengirim dia ke suatu tempat." Gangaa bertanya, "kemana kau akan mengirimku?" Surili berkata kalau dia akan mengirim Gangaa keluar dari kota ini. Gangaa menolak pergi kemanapun. Surili Bai menyuruh Kamini memberi makan Gangaa. gangaa terus mengulang pertanyaanya.
Polisi mengerebek rumah bordil Surili. Semua orang lari lintang pukang untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Omkar menunggu di lantai bawah. Heera memberitahu Surili Bai tentang pengerebekan itu. Surili Bai segera menyuruh anak buahnya menyembunyikan Gangaa. Mereka mengurung Gangaa di tempat dimana tak ada orang yang akan melihatnya. Gangaa yakin kalau Niranjan telah datang. Dia mendengar suara Niru. Gangaa hendak berteriak, tapi para wanita telah menutup mulutnya. Niru masuk kedalam kamar di mana Surili Bai dan Heera sedang berada. Niru memberitahu mereka kalau dirinya adalah ayahnya gangaa, "dia seperti anakku sendiri. Dia telah di culik. Seseorang dalam keluargaku telah melihat dia ada di sini."
Para wanita menutup mulut Gangaa dengan kain serta mengikat tangan dan kakinya. Kamini merasa buruk karena tak bisa menolongnya.
Inspoektoir berkata akan mengeledah tempat itu. Surili bai coba mendegah tapi niru mengatakan bahwa Surili bai tidak harus takut apapun kalau di atdiak bersalah, "biarkan polisi mengeledah tempat ini!" para wanita kemudian menyembunyikan Gangaa di dalam lemari.
Niru darang ke kamar di mana Gangaa di sekap. Gangaa melihatnya melalui celah di pintu. Niru hendak membuka pintu lemari itu ketika inspektor memanggilnya. Inspektor memberitahu Niru kalau Surili bai benar, "tidak ada yang salah disini. Mungkin kakak iparmu salah lihat. Tak ada gunanya membuang-buang waktu disini." Niru menatap lemari sekali lagi lalu pergi. Dalam hati Gangaa berteriak memberitahu Niru kalau dirinya ada di dalam lemari, "keluarkan aku dari sini!"
Ikuti update Juragan Sinopsis setiap hari lewat Twitter di @Rujakdulit
SINOPSIS Gangaa Episode 81 crack 2/15/2016 12:18:00 AM Serial TV Bandung, Indonesia
Surili Bai bicara dengans alah satu pelangannya. Penculik Gangaa masih ada di sana mereka mengamati para gadis. Heera mengusir mereka, "seseorang harus punya uang walaupun hanya sekedar melihat gadis-gadis Surili Bai." Mereka kemudian pergi. Heera menyuruh gadis-gadis itu kembali bekerja.
Gangaa haus tapi sudah tidak ada air dalam tekok. Dia memanggil kamini. Tapi tak ada yang datang. Gangaa melihat sebuah pintu terbuka. Dia mendorong pintu dan masuk kedalam. Sepertinya itu adalah gudanh karena banyak kardus dan karton di simpan di sana. Dari dalam situ, Gangaa mendengar suara tangisan. Dia melangkah dan tiba di ruangan utama di mana Surili Bai sedang duduk. gangaa cepat-cepat menyembunyikan diri agar tidak terlihat olehnya. Gangaa berbalik hendak pergi ke tempat di mana dia mendengar suara tangisan. Di amengintip kedalam kamar itu. Ada banyak gadis di sana. Mereka semua terlihat menangis dan ingin pulang kerumahnya.Salah satu dari gadis itu ada yang sengaja di jual oleh pamannya sendiri. Mereka saling menasehati agar tidak coba-coba keluar dari tempat ini. Salah satu dari mereka ad ayang pernah mencoba tapi tertangkap dan akhirnya di pukuli. Mendengar itu, Gangaa bertekad akan melakukan sesuatu untuk mereka. Dia hendak mendobrak pintu tapi mengurungkan niatnya dan kembali ke kamarnya ketika mendengar suara berisik.
kamini datang untuk membawa air minum buat Gangaa. Dia melihat Gangaa datang dari kamar sebelah. Gangaa berkata kaalau dirinya mencari air minum, tapi tak menemukannya. kamini memberi Gangaa air minum. Gangaa meminumnya. Dia memuji Kamini sebagai orang yang baik, "semua orang pasti khawatir denganku. Tolong biarkan aku pergi, kak." Gangaa memeluk Kamini. Kamini meminta Gangaa agar tidak menyakitinya dengan terus menerus minta di lepaskan, "aku juga sama tak berdayanya sepertimu..aku juga di bawa kesini dengan paksa. Aku telah mencoba untuk pergi dari sini tapi sia-sia. Sekarang aku harus membiasakannya. Aku harap kau bisa keluar dari sini dengan selamat." Gangaa yakin dirinya tidak akan tinggal di sini. Kamini berdoa semoga keinginan gangaa terkabul.
Sagar mencari permainan baru untuk di mainkan bersama gangaa kalau dia kembali. Dia akan mengajari gadis itu memainkan permainan itu. madhvi menyuruh Sagar minum obat dengan susu. Sagar bertanya pada Madhvi apakah Gangaa pulang hari ini? Madhvi menjawab kalau ayahnya telah pergi ke bersama polisi ketempat di mana paman Omkar telah melihat gangaa, "mari berdoa semoga segalanya berjalan dengan baik." Sagar berdoa untuk Gangaa, "Tohan, tolong kirim Gangaa pulang. AKu tidak akan pernah lagi bertengkar denganya atau memberinya kesulitan. Dia berpikir aku adalah temannya. Maka aku juga akan menjadi temanbaiknya. Tolong kirim dia pulang. Aku tidak ingin melakukan sesuatu tanpa dirinya. Aku sangat merindukannya. Kumohon bawa dia pulang, tuhan!" madhvi dan nenek melihat Sagar berdoa. nenek juga berharap gangaa akan pulang dengan selamar. Madhvi dan nenek kemudian berdoa untuk Gangaa.
Omkar membawa Niru dan polis ke daerah lampu merah, "aku telah melihat dia disini." Inspektor memberitahu kalau ini adalah wilayahnya Surili Bai. Omkar lega karena telah membawa mereka ke tempat yang benar, "aku tidak perlu memberi uang untuk menyelamatkan Gangaa. Dan niru akan berpikir positif tentang aku." Inspektor memutuskan untuk mengerahkan anak buahnya menyisir setiap sudut di area itu untuk menemukan Gangaa. Niru bergabung dengan mereka.
Gangaa berlari masuk ke ruangan utama. beberapa orang menangkapnya sehingga mereka bsia mengenakanpakaian berwarna-warni padanya. Kamini tersenyum melihat mereka kesulitan menangani gangaa. Surili bai datang dan menyruruh para gadis agar membiarkan Gangaa tetap berpakain seperti itu, "aku akan mengirim dia ke suatu tempat." Gangaa bertanya, "kemana kau akan mengirimku?" Surili berkata kalau dia akan mengirim Gangaa keluar dari kota ini. Gangaa menolak pergi kemanapun. Surili Bai menyuruh Kamini memberi makan Gangaa. gangaa terus mengulang pertanyaanya.
Polisi mengerebek rumah bordil Surili. Semua orang lari lintang pukang untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Omkar menunggu di lantai bawah. Heera memberitahu Surili Bai tentang pengerebekan itu. Surili Bai segera menyuruh anak buahnya menyembunyikan Gangaa. Mereka mengurung Gangaa di tempat dimana tak ada orang yang akan melihatnya. Gangaa yakin kalau Niranjan telah datang. Dia mendengar suara Niru. Gangaa hendak berteriak, tapi para wanita telah menutup mulutnya. Niru masuk kedalam kamar di mana Surili Bai dan Heera sedang berada. Niru memberitahu mereka kalau dirinya adalah ayahnya gangaa, "dia seperti anakku sendiri. Dia telah di culik. Seseorang dalam keluargaku telah melihat dia ada di sini."
Para wanita menutup mulut Gangaa dengan kain serta mengikat tangan dan kakinya. Kamini merasa buruk karena tak bisa menolongnya.
Inspoektoir berkata akan mengeledah tempat itu. Surili bai coba mendegah tapi niru mengatakan bahwa Surili bai tidak harus takut apapun kalau di atdiak bersalah, "biarkan polisi mengeledah tempat ini!" para wanita kemudian menyembunyikan Gangaa di dalam lemari.
Niru darang ke kamar di mana Gangaa di sekap. Gangaa melihatnya melalui celah di pintu. Niru hendak membuka pintu lemari itu ketika inspektor memanggilnya. Inspektor memberitahu Niru kalau Surili bai benar, "tidak ada yang salah disini. Mungkin kakak iparmu salah lihat. Tak ada gunanya membuang-buang waktu disini." Niru menatap lemari sekali lagi lalu pergi. Dalam hati Gangaa berteriak memberitahu Niru kalau dirinya ada di dalam lemari, "keluarkan aku dari sini!"
Ikuti update Juragan Sinopsis setiap hari lewat Twitter di @Rujakdulit
SINOPSIS Gangaa Episode 81 crack 2/15/2016 12:18:00 AM Serial TV Bandung, Indonesia
Malam telah datang. Gangaa mengintip keluar jendela, "aku tidak akan takut pada apapun. Meeka boleh menakutiku tapi aku tidak akan menjadi lemah. AKu akan keluar dari tempat ini, malam ini...apapun caranya."
Niru membeitahu Sagar betapa kuatnya gangaa. Dia selalu coba maju kedepan bahkan di saat kesulitan, "kau juga harus kuat seperti dia. Tak ada yang sulit untukmu kemudian." Sagar mengangguk, "tapi kapan dia kembali, yah?" Niru tak tahu harus menjawab apa, tapi meyakinkan Sagar kalau Gangaa akan kembali bersama mereka tak lama lagi. Niru memeluk Sagar dan berharap besok akan membawa harapan baru, "semoga kita bisa bertemu Gangaa lagi."
Besok paginya, Heera dan Surili memutuskan akan mengirim anak-anak itu dalam kardus, "tidak ada yang curiga pada kita." Heera menyarankan agar mereka menunggu sampai malam tiba karena maysrakat dapat menciptakan masalah. Surili mengangguk setuju, "anak-anak ini tidak boleh tahu kemana kita akan membawa mereka. Tutp mata mereka dan ikat tangan mereka juga. Buat anak-anak itu senang dengan make upa dan segalanya. Kita harus mengalihkan pikiran mereka." Surili lalu memanggil Kamini.
Gangaa terbangun. DIa mengintip keluar jednela. Di luar hujan. Gangaa sedih karena tidak bis pergi sekolah di hari pertama, "aku sudah menunggu hari ini sejak lama. Aku rindu padamu tuan, nyonya, Sagar. Tolong bawa aku pergi dari sini." Kamini datang membawakan makanan untuk Gangaa. Gangaa coba kabur dari pintu yang terbuka, tapi Kamini menangkapnya dan menyuruhnya makan. Gangaa memberitahu Kamini tentang aturan yang harus di patuhi janda, Seseorang harus mandi dulu, melakukan puja, lalu boleh makan." Kamini memberikan baju berwarna warni pada Gangaa. Gangaa menolak. Kamini membujuk Gangaa, "tak ada seorangpun yang akan memberitahu nenek.." Gangaa tak mau mncurangi nenek, "aku tahu itu!"
Seorang gadis memanggil nenek. Untuk sesaat nenek terlihat gembira karena mengira yang memanggilnya adalah Gangaa, tapi jadi murung lagi saat dia melihat gadis lain. Maharaj bertanya mengapa nenek tidak pergi Snan di gangaa hari ini. Maharaj juga memnberitahu kalau semalam tak seorangpun bisa tidur dengan nyenyak. nenek berharap tak ada sesuatu yang buruk menimpoa Gangaa karena dia hanya seorang gadis kecil, "anak gadis tidak aman brada di luar akhir-akhir ini."
Gangaa meminta kamini melepaskan dirinya, "kau terlihat lembut, wanita itu terlihat sangat kejam." Kamini berkata kalau dirinya tidak bisa membantah wanita itu seperti Gangaa tidak bsia menentang neneknya. Gangaa terkejut, "Nyonya Surili lebih ketat dari nenek? Dia tak mengizinkanmu keluar di siang hari juga? Ini salah!" Kamini berdiri di sana dengan diam, tidak menyahuti perkatan gangaa.
Nenek yakin ada musuh yang melakukan ini karena tidak ada panggilan yang meminta uang tebusan, "siapa yang akan melakukan ini pada gadis sekecil gangaa?" Mehri menunjuk Prabha sambil berbisik, "dia kan tidak suka pada Gangaa sama sekali!" Prabha mendengar kata-kata Mehri dan membalas kata-katanya. Dia lalu menunjuk Omkar, "dia selalu mempunyai masalah dengan Gangaa, Gangaa juga selalu komplai tentang dia.." Omkar tegang mendengar nenek memarahi Prabha, "tak ada seorangpun di rumah ini yang bisa melakukan dosa seperti itu. Kita semua orang baik." nenek lalu menyuruh Maharaj pergi mencari tahu keberadaan Gangaa, "cari apa dia pernah bertengkar dengan anak-anak yang biasa ebrmain denganya?" Maharaj menurut, dia pergi untuk cari tahu. nenek benar-benar mengkhawatirkan Gangaa.
Omkar menemui para penculik Gangaa dan menanyai mereka, "di mana dia? Apakah dia bersama kalian? Situasinya tidak bisa di kontrol lagi. Polisi sedang mencari dia. katakan padaku di mana dia dan aku akan membawanya pulang." Para penculik terlihat bingung, "kami sudah menjualnya pada nyonya Surili." Omkar menampar mereka, "apa? Kau menjualnya? Kalian sudah hilang akal? Aku tidak menyuruhmu melakukan itu!" Salah satu dari penculik itu mengeluarkan pisau dan mengancam OImkar, "cukup bermain drama! Kami hanya melakukan apa yang kau suruh. Berikan uang 60000 rupe pada nyonya Surili kalau kau ingin gadis itu kembali." Mereka juga mengancam agar Omkar tidak mengangkat tangan pada mereka lagi atau mereka tak akan mengampuninya. Para penculik itu peri. Omkar termenung bingung, "ini bukan yang aku inginkan. AKu tak ingin anak itu ada di sana. Aku hanya ingin membuat imageku di mata niru menjadi lebih baik..."
Gangaa masih tidak mau makan. DI duduk di tepi tempat tidur, "apakah aku harus hidup disini? Tidak bsiakan aku kembali kerumah? bagaimana aku akan hidup bersama mereka?"
Omkar tidak punya uang sebanyak itu, "aku harus melakukan sesuatu. Jika ada yang menemukan petunjuk tentang Gangaa dan membawa-bawa namaku maka aku akan habis. Aku harus memikirkan sesuatu. Gangaa harus kembali dan tak seorangpun yang meragukan aku."
Niru memeinta rahgav Ji agar mencari hari yang lain untuk prose pengadilan yang sedang di tanganinya, "aku tidak dalam kondisi untuk melakukan apapaun." Madhvi menyuruh Niru makan sesuatu, tapi Niru menolak, "aku mengkhawatirkan Gangaa." Nenek mengatakan agar Niru tidak bersedih, "tuhan akan mengatur segalanya dengan benar. Ayo makanlah.." Niru menurut. Prabha masuk kedalam rumah sambil memegang surat kabar. Dia membawa berita, "sekelompok preman telah melakukan penculikan anak-anak di kota kita. Mereka mengambil bagian tubuh mereka dan menjualnya. Dua anak telah di temukan tewas minggu lalu. Bagaimana jika terjadi sesuatu seperti itu pada Gangaa?" Niru langsung tidak berselera. Madhvi menyuruh Prabha aberhenti bicara. Niru menelpon Raghav Ji sambil beranjak pergi hendak ke kantor polisi. nenek memarahi Prabha karena bicara tanpa melihat situasi.
Omkar masuk kedalam rumah dengan terburu-buru, dia memanggil semua orang, "aku telah menemukan Gangaa! AKu telah melihatnya!" Semua orang terkejut dan sedikit lega.
Suili bai membayar penculik Gangaa dengan sejumlah uang. Mereka memberitahu SUrili kalau Omkar menanyakan Gangaa. Surili memberitahu mereka kalau Gangaa tidak akan pergi dari tempatnya. Heera bertanya, "bagaimana kalau dia membawa polisi?" Orang-orang itu yakin kalau Omkar tidak akan melakukan itu jika tidak ingin mendapat masalah, "dia tidak sebodoh itu!"
Niru, Raghav Ji dan Omkar melapor ke kantor polisi. Omkar memeritahu mereka apa yang di lihatnya, "saat aku mencari Gangaa, aku melihat dia. Beberapa orang membawanya masuk kedalam Van secar paksa dan membawanya pergi. AKu coab mengikuti mereka tapi aku kehilangan jejak. Aku tidak bsia melihat kemana mereka membawa dia pergi."
Gangaa menemukan jendela kecil diatas pintu. Dia punya ide. Dia membuka sepatunya dan membuangnya keluar lewat lubang itu sambil berteriak, "adakah yang bisa mendengarku? Tolong keluarkan aku dari sini!"
SINOPSIS Gangaa Episode 80 crack 2/14/2016 12:18:00 PM Serial TV Bandung, Indonesia
Niru membeitahu Sagar betapa kuatnya gangaa. Dia selalu coba maju kedepan bahkan di saat kesulitan, "kau juga harus kuat seperti dia. Tak ada yang sulit untukmu kemudian." Sagar mengangguk, "tapi kapan dia kembali, yah?" Niru tak tahu harus menjawab apa, tapi meyakinkan Sagar kalau Gangaa akan kembali bersama mereka tak lama lagi. Niru memeluk Sagar dan berharap besok akan membawa harapan baru, "semoga kita bisa bertemu Gangaa lagi."
Besok paginya, Heera dan Surili memutuskan akan mengirim anak-anak itu dalam kardus, "tidak ada yang curiga pada kita." Heera menyarankan agar mereka menunggu sampai malam tiba karena maysrakat dapat menciptakan masalah. Surili mengangguk setuju, "anak-anak ini tidak boleh tahu kemana kita akan membawa mereka. Tutp mata mereka dan ikat tangan mereka juga. Buat anak-anak itu senang dengan make upa dan segalanya. Kita harus mengalihkan pikiran mereka." Surili lalu memanggil Kamini.
Gangaa terbangun. DIa mengintip keluar jednela. Di luar hujan. Gangaa sedih karena tidak bis pergi sekolah di hari pertama, "aku sudah menunggu hari ini sejak lama. Aku rindu padamu tuan, nyonya, Sagar. Tolong bawa aku pergi dari sini." Kamini datang membawakan makanan untuk Gangaa. Gangaa coba kabur dari pintu yang terbuka, tapi Kamini menangkapnya dan menyuruhnya makan. Gangaa memberitahu Kamini tentang aturan yang harus di patuhi janda, Seseorang harus mandi dulu, melakukan puja, lalu boleh makan." Kamini memberikan baju berwarna warni pada Gangaa. Gangaa menolak. Kamini membujuk Gangaa, "tak ada seorangpun yang akan memberitahu nenek.." Gangaa tak mau mncurangi nenek, "aku tahu itu!"
Seorang gadis memanggil nenek. Untuk sesaat nenek terlihat gembira karena mengira yang memanggilnya adalah Gangaa, tapi jadi murung lagi saat dia melihat gadis lain. Maharaj bertanya mengapa nenek tidak pergi Snan di gangaa hari ini. Maharaj juga memnberitahu kalau semalam tak seorangpun bisa tidur dengan nyenyak. nenek berharap tak ada sesuatu yang buruk menimpoa Gangaa karena dia hanya seorang gadis kecil, "anak gadis tidak aman brada di luar akhir-akhir ini."
Gangaa meminta kamini melepaskan dirinya, "kau terlihat lembut, wanita itu terlihat sangat kejam." Kamini berkata kalau dirinya tidak bisa membantah wanita itu seperti Gangaa tidak bsia menentang neneknya. Gangaa terkejut, "Nyonya Surili lebih ketat dari nenek? Dia tak mengizinkanmu keluar di siang hari juga? Ini salah!" Kamini berdiri di sana dengan diam, tidak menyahuti perkatan gangaa.
Nenek yakin ada musuh yang melakukan ini karena tidak ada panggilan yang meminta uang tebusan, "siapa yang akan melakukan ini pada gadis sekecil gangaa?" Mehri menunjuk Prabha sambil berbisik, "dia kan tidak suka pada Gangaa sama sekali!" Prabha mendengar kata-kata Mehri dan membalas kata-katanya. Dia lalu menunjuk Omkar, "dia selalu mempunyai masalah dengan Gangaa, Gangaa juga selalu komplai tentang dia.." Omkar tegang mendengar nenek memarahi Prabha, "tak ada seorangpun di rumah ini yang bisa melakukan dosa seperti itu. Kita semua orang baik." nenek lalu menyuruh Maharaj pergi mencari tahu keberadaan Gangaa, "cari apa dia pernah bertengkar dengan anak-anak yang biasa ebrmain denganya?" Maharaj menurut, dia pergi untuk cari tahu. nenek benar-benar mengkhawatirkan Gangaa.
Omkar menemui para penculik Gangaa dan menanyai mereka, "di mana dia? Apakah dia bersama kalian? Situasinya tidak bisa di kontrol lagi. Polisi sedang mencari dia. katakan padaku di mana dia dan aku akan membawanya pulang." Para penculik terlihat bingung, "kami sudah menjualnya pada nyonya Surili." Omkar menampar mereka, "apa? Kau menjualnya? Kalian sudah hilang akal? Aku tidak menyuruhmu melakukan itu!" Salah satu dari penculik itu mengeluarkan pisau dan mengancam OImkar, "cukup bermain drama! Kami hanya melakukan apa yang kau suruh. Berikan uang 60000 rupe pada nyonya Surili kalau kau ingin gadis itu kembali." Mereka juga mengancam agar Omkar tidak mengangkat tangan pada mereka lagi atau mereka tak akan mengampuninya. Para penculik itu peri. Omkar termenung bingung, "ini bukan yang aku inginkan. AKu tak ingin anak itu ada di sana. Aku hanya ingin membuat imageku di mata niru menjadi lebih baik..."
Gangaa masih tidak mau makan. DI duduk di tepi tempat tidur, "apakah aku harus hidup disini? Tidak bsiakan aku kembali kerumah? bagaimana aku akan hidup bersama mereka?"
Omkar tidak punya uang sebanyak itu, "aku harus melakukan sesuatu. Jika ada yang menemukan petunjuk tentang Gangaa dan membawa-bawa namaku maka aku akan habis. Aku harus memikirkan sesuatu. Gangaa harus kembali dan tak seorangpun yang meragukan aku."
Niru memeinta rahgav Ji agar mencari hari yang lain untuk prose pengadilan yang sedang di tanganinya, "aku tidak dalam kondisi untuk melakukan apapaun." Madhvi menyuruh Niru makan sesuatu, tapi Niru menolak, "aku mengkhawatirkan Gangaa." Nenek mengatakan agar Niru tidak bersedih, "tuhan akan mengatur segalanya dengan benar. Ayo makanlah.." Niru menurut. Prabha masuk kedalam rumah sambil memegang surat kabar. Dia membawa berita, "sekelompok preman telah melakukan penculikan anak-anak di kota kita. Mereka mengambil bagian tubuh mereka dan menjualnya. Dua anak telah di temukan tewas minggu lalu. Bagaimana jika terjadi sesuatu seperti itu pada Gangaa?" Niru langsung tidak berselera. Madhvi menyuruh Prabha aberhenti bicara. Niru menelpon Raghav Ji sambil beranjak pergi hendak ke kantor polisi. nenek memarahi Prabha karena bicara tanpa melihat situasi.
Omkar masuk kedalam rumah dengan terburu-buru, dia memanggil semua orang, "aku telah menemukan Gangaa! AKu telah melihatnya!" Semua orang terkejut dan sedikit lega.
Suili bai membayar penculik Gangaa dengan sejumlah uang. Mereka memberitahu SUrili kalau Omkar menanyakan Gangaa. Surili memberitahu mereka kalau Gangaa tidak akan pergi dari tempatnya. Heera bertanya, "bagaimana kalau dia membawa polisi?" Orang-orang itu yakin kalau Omkar tidak akan melakukan itu jika tidak ingin mendapat masalah, "dia tidak sebodoh itu!"
Niru, Raghav Ji dan Omkar melapor ke kantor polisi. Omkar memeritahu mereka apa yang di lihatnya, "saat aku mencari Gangaa, aku melihat dia. Beberapa orang membawanya masuk kedalam Van secar paksa dan membawanya pergi. AKu coab mengikuti mereka tapi aku kehilangan jejak. Aku tidak bsia melihat kemana mereka membawa dia pergi."
Gangaa menemukan jendela kecil diatas pintu. Dia punya ide. Dia membuka sepatunya dan membuangnya keluar lewat lubang itu sambil berteriak, "adakah yang bisa mendengarku? Tolong keluarkan aku dari sini!"
SINOPSIS Gangaa Episode 80 crack 2/14/2016 12:18:00 PM Serial TV Bandung, Indonesia
**** Niru menyuruh Omkar pulang, "aku akan pergi mencari Gangaa bersama tuang Raghav. Aku ingin coba mencarinya." Omkar mengingatkan Niru kalau Sagar sedang sakit. Niru kesal, "kau pikir akutidak kahwatir dengan anakku? Dia anaku sendiri. Hatiku ingin bersamanya tapi pikiranku ingin menemukan Gangaa secepatnya atau kalau tidak dia akan mendapat masalah yang besar." Niru kemudian peri bersama Raghav Ji meninggalkan Omkar.
Niru memeriksa setiap tempat dan menanyai semua orang yang ditemuinya.
Di tempat Gangaa dis ekap, wanita germo itu kembali untuk memeriksa Gangaa, tapi Gangaa sudah tidur. Lalu dia mengunci pintu dari luar. Dia kemudian pergi ke pintu yang lain yang mengarah ke kamar yang lain di mana banyak gadis seusia Gangaa di sekap. Dia mengamati gadis itu satu persatu lalu memanggil Kamini. Kamini datang. Wanita itu menegurnya, "aku sudah berpesan agar mengurusi anak-anak ini, mereka terlihat rapuh. Beri mereka makan dengannbaik. Aku harus mengirim mereka ke kota besok." Kamini yang juga adalah Gadis yang di beri tanggungjawab untuk menjaga Gangaa mengangguk.
Niru dan Raghav Ji pergi ke stasiun kereta dan bus, tapi sia-sia. Niru berpikir jangan-jangan Gangaa ada di Ghaat. Karena banyak anak kecil yang di bawah kesana untuk mengemis.
Bajaj yang di naiki Niru melewati daerah lampu merah untuk tiba di Ghaat. Wanita germo yang bernama Surili sedang menumpahkan air. Supir bajaj hendak memarahi wanita itu, tapi begitu di lihat kalau orang itu Surili, pria itu menegurnya dengan penuh hormat. Seorang preman yang bernama Heera bertanya apakah Surili baik-baik saja.
Niru berdoa semoga Gangaa tidak pernah datang kesini. Raghav Ji ingin pergi ke Ghaat. Niru bertanya pada penjual sirih tentang Gangaa, dia menunjukan fotonya. Heera datang kesana. Penjual siri memberitahu Heera kalau Niru sedang mencari seorang gadis, "aku tidak melihatnya, tapi mungki kau melihat dia, karena ini tugasmu kan?" Heera menyuruh orang diam dan mengurusi urusanny asendiri. Heera kemudian bertanya pada Niru apakah dia sedang mencari seseorang? Miu menunjukan foto Gangaa, "apakah kau pernah melihatnya? Heera melihat foto Gangaa dan menjadi tegang.
Surili mengatakan pada para gadis agar belajar membaca denganbenar, "aku harus menjalankan rumah ini jadi kalian harus belajar keras." Surili bertanya pada kamini tentang Gangaa, "apakah dia makan sesuatu?" Kamini menggeleng, "dia bila dia janda dan tidak boleh makan makanan yang di goreng." Surili terkejut mengetahui kalau gadis semuda itu bicara tentang aturan yang harus di ikuti para janda.
Heera berohong pad aNiru, "dia terlihat sederhana dan lugu. Waktu telah berubah. Dia mungkin telah di bawa keluar kota sekarang atau lebig buruk lagi, mungkin dia sudah terbunuh!" Niru dengan geram membalas, "aku tidak meminta pendapatmu. AKu akan menemukan dia bagaimanapun caranya. Niru kemudian pergi sana bersama Raghav Ji.
Heera berlari kerumah Surili untuk memberitahu bahwa ada orang mencari Gangaa, "dia tidak akan menyerah begitu saja." Surili menyuruh Heera mengawasi anak-anak itu dan juga Gangaa, "aku akan mengirim mereka besok. Aku tak ingin mendapat masalah." Heera mengangguk.
Prabha lapar dan dia kesal karena tak ada seorangpun yang makan, "aku akan mati kelaparan." Dia kemudian memanggil Maharji, "bawakan sesuatu untuk kak Madhvi." Dia lalu duduk di sofa. Nenek menghitung tasbih. Maharaj membawa makanan. Prabha senang melihatnya, dia menyuruh Madhvi makan, "siapa yang akan menjaga Sagar la;au kau sakit? Kau harus menjaga dirimu sendiri." Madhvi bilang kalau dirinya tidak lapar. Prabha coba menyuapai nenek, tapi nenek malah memarahinya, "siapa yang bisa makan di situasi seperti ini? Kau makans sendiri saja!" Prabha membawa piring ke belakang dengan sedih.
Niru pulang. Dia memberitahu semua orang kalau dirinya tidak berhasil menemukan petunjuk tentang Gangaa. Omkar menghiburnya, "kau telah melakukan semuanya. AKu tahu kau pasti telah mencari di setiap tempat dan sudut kota ini." Nenek menyuruh Niru menyerahkan nasib Gangaa pada tuhan. Niru tak beminat untuk duduk, "serigala ada di jalanan. Mereka tidak akan perduli dengan gadis seusianya." Nenek jadi kuatir juga memikirkan Gangaa, "tuhan akan menyelamatkan dia. Anakmu sedang sakit. Kau juga harus mencemaskannya." Madhvi memberitahu kalau Sagar takut, "kondisi kesehatannya tidak bagus." Niru berkata kalau yang seperti itu tak akan bisa di rubah tapi kita akan membuat dia kuat sehingga bis amelalui pasang surut dalam kehidupan." Niru pergi ke kamar Sagar di ikuti Madhvi dan nenek.
Pulki dan Dristhi coba mengalihkan perhatian Sagar tapi dia terduduk dengan sedih. Mereka juga mengajaknya bermain kartu, tapi Sagar menolak. Sagar ingat terakhir kali mereka bermain kartu, "kapan Gangaa pulang? Aku tak mau main tanpa dia. Dia selalu mendukungku, menjagaku. Dia tak pernah berbohong. Aku merindukannya. Tolong bawah dia kembali." Para orang tua mendengar kata-kata Sagar. Niru meyakinkah Sagar kalau gangaa pasti akan kembali, "polisi sedang mencarinya. Dia akan segera ditemukan." Sagar menyalahkan dirinya sendiri, "aku hanya meminta gangaa bermain kriket denganku dan dia setuju. hal seperti ini tak akan terjadi kalau dia bilang tidak. Ini hanya terjadi karena dia keluar rumah." Niru menyangkal, "ini bukan salahmu. Kauhanya ingin bermain dengan dia. Hal seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Apakah kau merasa sakit? kau selemah ini? kau anakku yang kuat. Kau akan tumbuh besar beberaapa tahun lagi dan harus menjaga keluarga. kau harus kuat untuk melakukan itu." Sagar mengaku kalau dirinya sangat takut. Niru bertanya apakah Sagar akan mengatakan hal ini pada Gangaa kalau dia kembali, "kautahu betapa kuatnya dia bahkan di saat-saat sulit. Dia tetap kuat dan tidak pernah kehilangan ketenangan. Di aselalu coba untuk melangkah kedepan..."
Baca juga: SINOPSIS Gangaa Episode 79
crack
2/12/2016 11:33:00 PM
Serial TV
Bandung, IndonesiaNiru memeriksa setiap tempat dan menanyai semua orang yang ditemuinya.
Di tempat Gangaa dis ekap, wanita germo itu kembali untuk memeriksa Gangaa, tapi Gangaa sudah tidur. Lalu dia mengunci pintu dari luar. Dia kemudian pergi ke pintu yang lain yang mengarah ke kamar yang lain di mana banyak gadis seusia Gangaa di sekap. Dia mengamati gadis itu satu persatu lalu memanggil Kamini. Kamini datang. Wanita itu menegurnya, "aku sudah berpesan agar mengurusi anak-anak ini, mereka terlihat rapuh. Beri mereka makan dengannbaik. Aku harus mengirim mereka ke kota besok." Kamini yang juga adalah Gadis yang di beri tanggungjawab untuk menjaga Gangaa mengangguk.
Niru dan Raghav Ji pergi ke stasiun kereta dan bus, tapi sia-sia. Niru berpikir jangan-jangan Gangaa ada di Ghaat. Karena banyak anak kecil yang di bawah kesana untuk mengemis.
Bajaj yang di naiki Niru melewati daerah lampu merah untuk tiba di Ghaat. Wanita germo yang bernama Surili sedang menumpahkan air. Supir bajaj hendak memarahi wanita itu, tapi begitu di lihat kalau orang itu Surili, pria itu menegurnya dengan penuh hormat. Seorang preman yang bernama Heera bertanya apakah Surili baik-baik saja.
Niru berdoa semoga Gangaa tidak pernah datang kesini. Raghav Ji ingin pergi ke Ghaat. Niru bertanya pada penjual sirih tentang Gangaa, dia menunjukan fotonya. Heera datang kesana. Penjual siri memberitahu Heera kalau Niru sedang mencari seorang gadis, "aku tidak melihatnya, tapi mungki kau melihat dia, karena ini tugasmu kan?" Heera menyuruh orang diam dan mengurusi urusanny asendiri. Heera kemudian bertanya pada Niru apakah dia sedang mencari seseorang? Miu menunjukan foto Gangaa, "apakah kau pernah melihatnya? Heera melihat foto Gangaa dan menjadi tegang.
Surili mengatakan pada para gadis agar belajar membaca denganbenar, "aku harus menjalankan rumah ini jadi kalian harus belajar keras." Surili bertanya pada kamini tentang Gangaa, "apakah dia makan sesuatu?" Kamini menggeleng, "dia bila dia janda dan tidak boleh makan makanan yang di goreng." Surili terkejut mengetahui kalau gadis semuda itu bicara tentang aturan yang harus di ikuti para janda.
Heera berohong pad aNiru, "dia terlihat sederhana dan lugu. Waktu telah berubah. Dia mungkin telah di bawa keluar kota sekarang atau lebig buruk lagi, mungkin dia sudah terbunuh!" Niru dengan geram membalas, "aku tidak meminta pendapatmu. AKu akan menemukan dia bagaimanapun caranya. Niru kemudian pergi sana bersama Raghav Ji.
Heera berlari kerumah Surili untuk memberitahu bahwa ada orang mencari Gangaa, "dia tidak akan menyerah begitu saja." Surili menyuruh Heera mengawasi anak-anak itu dan juga Gangaa, "aku akan mengirim mereka besok. Aku tak ingin mendapat masalah." Heera mengangguk.
Prabha lapar dan dia kesal karena tak ada seorangpun yang makan, "aku akan mati kelaparan." Dia kemudian memanggil Maharji, "bawakan sesuatu untuk kak Madhvi." Dia lalu duduk di sofa. Nenek menghitung tasbih. Maharaj membawa makanan. Prabha senang melihatnya, dia menyuruh Madhvi makan, "siapa yang akan menjaga Sagar la;au kau sakit? Kau harus menjaga dirimu sendiri." Madhvi bilang kalau dirinya tidak lapar. Prabha coba menyuapai nenek, tapi nenek malah memarahinya, "siapa yang bisa makan di situasi seperti ini? Kau makans sendiri saja!" Prabha membawa piring ke belakang dengan sedih.
Niru pulang. Dia memberitahu semua orang kalau dirinya tidak berhasil menemukan petunjuk tentang Gangaa. Omkar menghiburnya, "kau telah melakukan semuanya. AKu tahu kau pasti telah mencari di setiap tempat dan sudut kota ini." Nenek menyuruh Niru menyerahkan nasib Gangaa pada tuhan. Niru tak beminat untuk duduk, "serigala ada di jalanan. Mereka tidak akan perduli dengan gadis seusianya." Nenek jadi kuatir juga memikirkan Gangaa, "tuhan akan menyelamatkan dia. Anakmu sedang sakit. Kau juga harus mencemaskannya." Madhvi memberitahu kalau Sagar takut, "kondisi kesehatannya tidak bagus." Niru berkata kalau yang seperti itu tak akan bisa di rubah tapi kita akan membuat dia kuat sehingga bis amelalui pasang surut dalam kehidupan." Niru pergi ke kamar Sagar di ikuti Madhvi dan nenek.
Pulki dan Dristhi coba mengalihkan perhatian Sagar tapi dia terduduk dengan sedih. Mereka juga mengajaknya bermain kartu, tapi Sagar menolak. Sagar ingat terakhir kali mereka bermain kartu, "kapan Gangaa pulang? Aku tak mau main tanpa dia. Dia selalu mendukungku, menjagaku. Dia tak pernah berbohong. Aku merindukannya. Tolong bawah dia kembali." Para orang tua mendengar kata-kata Sagar. Niru meyakinkah Sagar kalau gangaa pasti akan kembali, "polisi sedang mencarinya. Dia akan segera ditemukan." Sagar menyalahkan dirinya sendiri, "aku hanya meminta gangaa bermain kriket denganku dan dia setuju. hal seperti ini tak akan terjadi kalau dia bilang tidak. Ini hanya terjadi karena dia keluar rumah." Niru menyangkal, "ini bukan salahmu. Kauhanya ingin bermain dengan dia. Hal seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Apakah kau merasa sakit? kau selemah ini? kau anakku yang kuat. Kau akan tumbuh besar beberaapa tahun lagi dan harus menjaga keluarga. kau harus kuat untuk melakukan itu." Sagar mengaku kalau dirinya sangat takut. Niru bertanya apakah Sagar akan mengatakan hal ini pada Gangaa kalau dia kembali, "kautahu betapa kuatnya dia bahkan di saat-saat sulit. Dia tetap kuat dan tidak pernah kehilangan ketenangan. Di aselalu coba untuk melangkah kedepan..."
Baca juga: SINOPSIS Gangaa Episode 79
**** Gangaa membuka mata. Dia menatap sekeliling dan merasa heran, "aku sedang bermain kriket dengan Sagar. Bagaimana aku bisa ada di sini? Siapa yang membawaku kemari?" Gangaa coba mengingat apa yang terrkadi, "ya...2 orang laki-laki menculikku. Sagar melihatnya juga. Dia mengejar meeka. Sagar pasti ada di sekitar sini." Gangaa coba membuka pintu jendela tapi tak bisa. Gangaa mengintip keluar jendela, dia melihat ada wanita tapi tak melihat Sagar, "orang-orang ini semuanya aku tidak kenal. Di mana aku? Kenapa orang-orang membawaku kemari?" Gangaa duduk di lantai. Perban di tanganya terlepas, dia membukanya sekalian.
Seorang wanita membayar sejumlah uang pada orang-orang yang telah menculik Gangaa. Wanita itu tersenyum lebar sambil menatap orang-orang itu menghitung uang, "kalian telah membawakan aku gadis yang cantik hari ini. Kalian membuar hariku ceria."
Omkar, Niru dan raghav Ji berada di kantor polisi. Niru mondar mandir dengan gelisah selama menunggu inspektor polisi yang sedang sibuk. Tidak sabar, Niru bertanya pada polisi penjaga. Raghav Ji menenangkan Niru. Niru mendengar suara tawa inspektor. Dengan marah Niru menyerobot kedalam. Polisi penjaga mengikutinya. Niru memarahui inspektor, "aku di suruh menunggu di luar selama 15 menit karena anda sibuk. Tapi aku tidak menyangka anda sibuk dengan tea dan makanan ringan." Inspektor terlihat salah tingkah dan menyalahkan anak buahnya karena tidak memberitahu dia tentang kedatangan Niru. Inspektor mempersilahkan Niru duduk. Omkar tegang melihat reaksi inspektor. Niru memberitahu inspektor kalau gangaa hilang. Inspektor mengingatnya sebagai gadis kecil yang dia bawa dari Ghaat. Niru mengangguk.
Gangaa mengedor pintu. Wanita itu menyuruh para preman pergi lalu peri ke kamar Gangaa. Pintu terbuka, Gangaa melangkah mundur. Seorang wanita melangkah masuk. gangaa bertanya, "siapa anda nyonya? Kenapa orang-orang itu membawaku kemari? Mengapa anda mengunci aku di sini?" Wanita itu suka dengan sikap Gangaa. Dia yakin, Gangaa akan menjadi hebat kalau telah dewasa. Gangaa mengatakan secara langsung kalau dirinya tdiak akan tinggal di tempat ini. Wanita itu memberitahu Gangaa kalau dirinya tidak bisa pergi kemana-mana sekarang. Gangaa menolak, "aku tidak akan tinggal di sini, aku tinggal dengan tuan. Dia pengacara yang hebat. Dia akan datang kesini kalau dia tahu anda mngurung saya di sini. Aku akan peri!" Gangaa hendak melangkah pergi ketika wanita itu menarik tanganya dan mendorongnya ke lantai. Gangaa terkejut.
Niru tidak punya foto gangaa. Dia kemudian menelpon Madhvi, tapi tidak tersambung.
Di rumah Chaturvedi, dokter sedang memerriksa Sagar. Nenek menanyakan Niru. Madhvi memberitahu nenek kalau Niru pergi ke kantor polisi. Pulkit mendapat telpo dari Niru. Nenek merebutnya dan menyuruh Niru segera pulang, "Sagar tidak sehat. Apakah kau lebih memperhatikan gadis itu daripada anakmu sendiri?" Niru menjawab kalau semua orang bersama Sagar, tapi Gangaa sendirian. tak ada yang tahu di mana dia. Dia telah di culik. Masalahnya kini menjadi sangat sensitif." Nenek tidak perduli di anggap tidak sensitif atau kiurang berperasaan. Dia menyerahkan telpon pada Madhvi. Dokter menyuntik Niru. Madhvi memberitahu Niru tentang keadaan Sagar, "dia menggumankan sesuatu di dalam tidurnya. Niri meyakinkan Madhvio kalau Sagar akanbaik-baik saja, "aku juga mencemaskan dirinya. Aku akan segera pulang. Apakah kau punya foto Gangaa?" Pulkit yang punya. Pulkit cepat-cepat mengirim foto Gangaa pada niru. Niru ingin mengatakan ssesuatu tentang Sagar, tapi Niru sudah keburu memutus telponnya. Doketer meminta keluarga Chataurvedi agar tidak khawatir, "aku akan menuliskan resep obat dan dia akan baik-baik saja."
Wanita itu duduk di samping Gangaa sambil menguyah siri. Gangaa bertanya dengan lugu, "apakah anda akan menghukum aku?" Wanita itu menawarkan paan pada Gangaa. Gangaa menolak, "anak-anak tidak menyirih." Wanita itu mengusap rambut gangaa. Gangaa memberitahu dia kalau besok adalah ahri pertama sekolah, "apa yang akan di pikirkan guru tentang aku? Tolong biarkan aku pergi! Sagar pasti sangat cemas. Dia poasti sudah memberitahu tuan. Tuan pasti sedang mencari aku. Nenek pasti marah karena anak gadis belum pulang setelah matahari terbenam. Dia pasti akan melarang aku masuk kedalam rumah." Wanita itu membentak Gangaa agar diam. Seorang gadis masuk kedalam. Wanita itu menyuruh si gadis menjelaskan sesuatu pada Gangaa bahwa dirinya tdiak bisa keluar daari tempat itu sekarang. Wanita itu menoleh pada Gangaa dan berkata, "sekarang ini rumahmu dan sekolahmu. Kau akan belajar segalanya di sini!"
Niru menunjukan foto Gangaa pada inspektor, "aku akan menyuruh foto ini di cetak lalu mengirimnya ke semua kantor polisi. AKu akan melakukan yang terbaik. Tapi ini kota yang sangat besar. Siapapun bis amengambil dia. Anak perempuan di buat untuk melakukan apapun sekarang ini." Niru menjadi sangat cemas. Raghav Ji dan Omkar memberitahu Niru agar tenang dan membiarkan polisi melakukan tugasnya. Inspektor bertanya, "apakah anda punya musuh? Atau Gangaa pernah bertengkar dengan siapapun baik orang luar atau orang dalam keluarga anda?" Omkar tegang mendengarnya. Niu menyangkal, "jujur aku juga tdiak tahu seandainya ada." Inspektor polisi merasa kalau ini bisa jadi karena perseteruan dalam keluarga karena tidak ada telpon yang meminta uang tebusan. Niru memohon polisi agar secepatnya menemukan Gangaa karena gadis itu ada dalam tanggungjawabnya, "aku telah berjanji padanya bahwa tidak akan terjadi apa-apa selama ada aku bersamanya." Inspektor menyakinkan Niru hal yang sama juga.
Gangaa tahu kalau itu bukan sekolah, "kau bisa teriak seperi guru tapi tak akan bis ajadi guru. Aku terima kalau ini sekolah, tapi aku tidak akan sekolah disini. Kalian memakai seragam yang warna warni begitu. Aku tidak bisa pakai pakaian seperti itu. Aku ini janda. Aku hanya boleh pakai baju putih. Seragam disekolahku semuanya putih. Tolong biarkan aku pergi, kalau tidak nenek akan memarahiku." Wanita itu tetap tak mau melepaskan Gangaa, "aku telah mengeluarkan banyak uang untuk dirimu. Kau hanya akan membuatku mendapatkan uang lebih banyak dari apa yang kukeluarkan kalau kau sudah besar." Wanita itu memberitanggung pad asi gadis untuk menjaga Gangaa, "ajari dia semua peratutan profesi kita. Terserah bagaimana kau melakukannya." Wanita itu kemudian keluar dari kamar itu.
Gangaa kembali mengedor pintu sambil berteriak, "biarkan aku pergi! Aku tak mau tinggal disini! Semua orang pasti sedang menunggu aku." Gadis yang menjaga Gangaa meminta dia agar tyidak kers kepala, "tak ada seorangpun yang akan membawaku keluar dari sini selamanya. Tak ada gunanya berteriak atau menjeit. Sekarang istirahatlah!" Gangaa bersikeras untuk peri. Tapi gadis itu mengatakan kalau itu hal yang sangat mustahil.
Baca juga: SINOPSIS Gangaa Episode 78
crack
2/12/2016 07:27:00 PM
Serial TV
Bandung, IndonesiaSeorang wanita membayar sejumlah uang pada orang-orang yang telah menculik Gangaa. Wanita itu tersenyum lebar sambil menatap orang-orang itu menghitung uang, "kalian telah membawakan aku gadis yang cantik hari ini. Kalian membuar hariku ceria."
Omkar, Niru dan raghav Ji berada di kantor polisi. Niru mondar mandir dengan gelisah selama menunggu inspektor polisi yang sedang sibuk. Tidak sabar, Niru bertanya pada polisi penjaga. Raghav Ji menenangkan Niru. Niru mendengar suara tawa inspektor. Dengan marah Niru menyerobot kedalam. Polisi penjaga mengikutinya. Niru memarahui inspektor, "aku di suruh menunggu di luar selama 15 menit karena anda sibuk. Tapi aku tidak menyangka anda sibuk dengan tea dan makanan ringan." Inspektor terlihat salah tingkah dan menyalahkan anak buahnya karena tidak memberitahu dia tentang kedatangan Niru. Inspektor mempersilahkan Niru duduk. Omkar tegang melihat reaksi inspektor. Niru memberitahu inspektor kalau gangaa hilang. Inspektor mengingatnya sebagai gadis kecil yang dia bawa dari Ghaat. Niru mengangguk.
Gangaa mengedor pintu. Wanita itu menyuruh para preman pergi lalu peri ke kamar Gangaa. Pintu terbuka, Gangaa melangkah mundur. Seorang wanita melangkah masuk. gangaa bertanya, "siapa anda nyonya? Kenapa orang-orang itu membawaku kemari? Mengapa anda mengunci aku di sini?" Wanita itu suka dengan sikap Gangaa. Dia yakin, Gangaa akan menjadi hebat kalau telah dewasa. Gangaa mengatakan secara langsung kalau dirinya tdiak akan tinggal di tempat ini. Wanita itu memberitahu Gangaa kalau dirinya tidak bisa pergi kemana-mana sekarang. Gangaa menolak, "aku tidak akan tinggal di sini, aku tinggal dengan tuan. Dia pengacara yang hebat. Dia akan datang kesini kalau dia tahu anda mngurung saya di sini. Aku akan peri!" Gangaa hendak melangkah pergi ketika wanita itu menarik tanganya dan mendorongnya ke lantai. Gangaa terkejut.
Niru tidak punya foto gangaa. Dia kemudian menelpon Madhvi, tapi tidak tersambung.
Di rumah Chaturvedi, dokter sedang memerriksa Sagar. Nenek menanyakan Niru. Madhvi memberitahu nenek kalau Niru pergi ke kantor polisi. Pulkit mendapat telpo dari Niru. Nenek merebutnya dan menyuruh Niru segera pulang, "Sagar tidak sehat. Apakah kau lebih memperhatikan gadis itu daripada anakmu sendiri?" Niru menjawab kalau semua orang bersama Sagar, tapi Gangaa sendirian. tak ada yang tahu di mana dia. Dia telah di culik. Masalahnya kini menjadi sangat sensitif." Nenek tidak perduli di anggap tidak sensitif atau kiurang berperasaan. Dia menyerahkan telpon pada Madhvi. Dokter menyuntik Niru. Madhvi memberitahu Niru tentang keadaan Sagar, "dia menggumankan sesuatu di dalam tidurnya. Niri meyakinkan Madhvio kalau Sagar akanbaik-baik saja, "aku juga mencemaskan dirinya. Aku akan segera pulang. Apakah kau punya foto Gangaa?" Pulkit yang punya. Pulkit cepat-cepat mengirim foto Gangaa pada niru. Niru ingin mengatakan ssesuatu tentang Sagar, tapi Niru sudah keburu memutus telponnya. Doketer meminta keluarga Chataurvedi agar tidak khawatir, "aku akan menuliskan resep obat dan dia akan baik-baik saja."
Wanita itu duduk di samping Gangaa sambil menguyah siri. Gangaa bertanya dengan lugu, "apakah anda akan menghukum aku?" Wanita itu menawarkan paan pada Gangaa. Gangaa menolak, "anak-anak tidak menyirih." Wanita itu mengusap rambut gangaa. Gangaa memberitahu dia kalau besok adalah ahri pertama sekolah, "apa yang akan di pikirkan guru tentang aku? Tolong biarkan aku pergi! Sagar pasti sangat cemas. Dia poasti sudah memberitahu tuan. Tuan pasti sedang mencari aku. Nenek pasti marah karena anak gadis belum pulang setelah matahari terbenam. Dia pasti akan melarang aku masuk kedalam rumah." Wanita itu membentak Gangaa agar diam. Seorang gadis masuk kedalam. Wanita itu menyuruh si gadis menjelaskan sesuatu pada Gangaa bahwa dirinya tdiak bisa keluar daari tempat itu sekarang. Wanita itu menoleh pada Gangaa dan berkata, "sekarang ini rumahmu dan sekolahmu. Kau akan belajar segalanya di sini!"
Niru menunjukan foto Gangaa pada inspektor, "aku akan menyuruh foto ini di cetak lalu mengirimnya ke semua kantor polisi. AKu akan melakukan yang terbaik. Tapi ini kota yang sangat besar. Siapapun bis amengambil dia. Anak perempuan di buat untuk melakukan apapun sekarang ini." Niru menjadi sangat cemas. Raghav Ji dan Omkar memberitahu Niru agar tenang dan membiarkan polisi melakukan tugasnya. Inspektor bertanya, "apakah anda punya musuh? Atau Gangaa pernah bertengkar dengan siapapun baik orang luar atau orang dalam keluarga anda?" Omkar tegang mendengarnya. Niu menyangkal, "jujur aku juga tdiak tahu seandainya ada." Inspektor polisi merasa kalau ini bisa jadi karena perseteruan dalam keluarga karena tidak ada telpon yang meminta uang tebusan. Niru memohon polisi agar secepatnya menemukan Gangaa karena gadis itu ada dalam tanggungjawabnya, "aku telah berjanji padanya bahwa tidak akan terjadi apa-apa selama ada aku bersamanya." Inspektor menyakinkan Niru hal yang sama juga.
Gangaa tahu kalau itu bukan sekolah, "kau bisa teriak seperi guru tapi tak akan bis ajadi guru. Aku terima kalau ini sekolah, tapi aku tidak akan sekolah disini. Kalian memakai seragam yang warna warni begitu. Aku tidak bisa pakai pakaian seperti itu. Aku ini janda. Aku hanya boleh pakai baju putih. Seragam disekolahku semuanya putih. Tolong biarkan aku pergi, kalau tidak nenek akan memarahiku." Wanita itu tetap tak mau melepaskan Gangaa, "aku telah mengeluarkan banyak uang untuk dirimu. Kau hanya akan membuatku mendapatkan uang lebih banyak dari apa yang kukeluarkan kalau kau sudah besar." Wanita itu memberitanggung pad asi gadis untuk menjaga Gangaa, "ajari dia semua peratutan profesi kita. Terserah bagaimana kau melakukannya." Wanita itu kemudian keluar dari kamar itu.
Gangaa kembali mengedor pintu sambil berteriak, "biarkan aku pergi! Aku tak mau tinggal disini! Semua orang pasti sedang menunggu aku." Gadis yang menjaga Gangaa meminta dia agar tyidak kers kepala, "tak ada seorangpun yang akan membawaku keluar dari sini selamanya. Tak ada gunanya berteriak atau menjeit. Sekarang istirahatlah!" Gangaa bersikeras untuk peri. Tapi gadis itu mengatakan kalau itu hal yang sangat mustahil.
Baca juga: SINOPSIS Gangaa Episode 78
*** Pulkit sedang berbicara dengan seseorang di telepon (pacarnya). Ia sabar menunggu dia untuk kembali dari Dehradun. Niru meminta dia siapa dia sedang menunggu. Pulkit tegang. Tadinya cerah. Dia adalah teman sekolah saya. Dia tidak di kota jadi saya bertanya kepadanya ketika ia akan kembali. Niru mengingatkannya pada batas telepon. Anda akan harus menggunakan uang saku Anda jika tagihan lebih tinggi dari apa yang telah kita memutuskan. Pulkit mengangguk. Niru menyarankan dia untuk menjadi sedikit berhati-hati sambil berdiri yang cara balkon. Anda mungkin jatuh. Pulkit menghela napas lega hanya ketika ayahnya meninggalkan dari sana.
*** Sagar memasukkan enam. Ganga meminta Yash untuk membawa bola tapi ia pada gilirannya mengatakan kepadanya untuk mendapatkannya. Anda bowling. Ganga pergi untuk mencari bola. Dia mencapai tempat yang terpencil. laki-laki Omkar ini mencapai sana. Mereka menculiknya. Sagar akan khawatir untuk Ganga ketika dia tidak merespon atau kembali. Dia pergi untuk mencarinya. Ia melihat dua orang membawanya pergi di sebuah van. Dia berjalan setelah van tetapi kehilangan up. Dia berjalan kembali ke rumah.
*** Niru telah membawa seragam untuk Ganga. Amma ji semua tenang. Atleast itu putih. Niru mengangguk. Semuanya putih. Dia sangat cerdas. Dia telah menemukan sebuah sekolah seperti untuknya sehingga Anda tidak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan pada kesalahan apapun. Dia mengatakan madhvi untuk berkemas gaunnya. Kami akan memberikan kejutan. Prabha bertanya-tanya di mana dia setelah semua. Babli mengatakan bahwa dia telah pergi untuk bermain kriket dengan Sagar dan Yash. Amma ji yang kesal. Dia telah pergi keluar untuk bermain dengan anak laki-laki. Ketika ia akan belajar untuk melakukan hal-hal dengan cara yang tepat! Niru yakin dia tidak perlu khawatir tentang Ganga. Dia adalah gadis yang pemberani. Dia bisa menjaga dirinya sendiri. Sagar memasuki. Dia memberitahu semua orang apa yang baru saja dilihatnya. Omkar akan menegang sementara orang lain adalah dalam untuk shock. Saya mencoba untuk menangkap mereka, tetapi mereka melaju di dalam mobil mereka. Mereka membawanya paksa. Niru menyimpulkan bahwa Ganga telah diculik oleh seseorang. Niru mendapat panggilan. Dia pergi ke samping untuk berbicara dengan si penelepon. Prabha bertanya-tanya siapa yang akan menculik Ganga dan mengapa. Dia tidak memiliki ayah yang akan membayar uang tebusan untuk dia! Apakah mereka akan membunuhnya? Madhvi mengatakan padanya untuk tidak berbicara sampah. Harapan Ganga baik-baik saja. Sagar akan khawatir untuk Ganga. Niru mengakhiri panggilan agak tergesa-gesa dan kenyamanan anaknya. Membawa saya ke tempat yang dari mana mereka mengambil Ganga. Sagar berjalan dengan Niru diikuti oleh Yash, madhvi, Pulkit dan Maharaj ji. Amma ji adalah khawatir karena masalah mereka tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Omkar berharap bahwa itu akan baik jika mereka tidak mengetahui tentang gadis itu sama sekali. Aku akan ditangkap jika mereka preman tertangkap. Aku harus simpatik sekarang jadi tidak ada yang meragukan saya. Dia juga pergi setelah mereka.
*** Yash menunjukkan mereka tempat Ganga datang untuk menjemput bola. Omkar bergabung dengan mereka. Niru dapat melihat petunjuk di sekitar yang dapat membantu mereka dalam pelacakan Ganga. Dia meminta Sagar mobil mana mereka mengambil Ganga di. Sagar berada di bawah tekanan mental tapi ingat bahwa itu adalah mobil warna biru. Niru bertanya kepadanya tentang jumlah orang, pakaian mereka. Madhvi dapat melihat kondisinya tapi Niru menunjukkan bahwa hanya Sagar telah melihat mereka. Dia hanya bisa membantu kita dalam menghemat Ganga. Sagar mengatakan ada dua orang. Mobil itu ada. Dia pingsan saat ia mengambil nama Ganga ini. Pulkit memegang dia. Sagar meminta ayahnya jika mereka akan membunuh Ganga. Niru menyangkal. Ceritakan semuanya dari awal. Omkar meminta dia untuk tidak menekan Sagar terlalu banyak. Kondisinya tidak baik. Niru mengirimkan Sagar dengan madhvi. Menelepon Dr. Das. Aku harus menemukan Ganga. Saya harus memberitahu tentang penculikan ini ke polisi atau Ganga bisa mendapatkan masalah. Dia menyebut Raghav ji. Mencapai kantor polisi asap. Omkar menawarkan untuk datang bersamanya.
*** Amma ji yang mondar-mandir dengan cemas. Prabha mengatakan padanya untuk tenang. Gadis itu tidak akan kembali dengan cara ini. Seseorang tidak harus membantu siapa pun di masa sekarang ini. Anda menunjukkan kasihan pada gadis itu dan membawanya pulang tapi ada begitu banyak masalah di rumah karena dia telah datang ke sini. Apa yang akan Anda lakukan jika preman membunuhnya? Gadis itu akan merusak Anda dan rumah ini! Madhvi, Pulkit dan Maharaj ji membawa Sagar rumah. Pulkit pergi untuk membawa doc. Amma ji dan madhvi terus menggosok tangan Sagar, tetapi ia masih sadar. Semua orang khawatir terutama Amma ji. Madhvi mengatakan bahwa ia sudah khawatir untuk Ganga. Dia (Niru) mengajukan beberapa pertanyaan tentang insiden itu dan dia pingsan. Prabha menyalahkan Ganga untuk kondisi Sagar ini. Sagar keuntungan sadar. Dia terus meminta Ganga. Akan dia mati? Madhvi meyakinkannya bahwa dia akan baik-baik saja. Dia menolak untuk minum air juga. Apakah mereka akan membunuh Ganga? Prabha lagi menyalahkan Ganga. Sagar adalah shock karena dia. Apa pun bisa terjadi pada seseorang ketika ia shock. Amma ji memberitahu dia untuk tutup mulut jika dia tidak bisa mengatakan apa-apa yang baik. Dia menghibur Sagar. Sagar terus meminta Ganga.
*** laki-laki Omkar ini telah meninggalkan Ganga di rumah bordil. Mereka telah mengunci dirinya di kamar. Dia bangun dan melihat sekeliling ruangan. Tempat yang ini? Dia poni di pintu meminta bantuan, tetapi sia-sia. Saya bermain kriket dengan Sagar. Bagaimana saya datang ke sini? Yang membawa saya di sini?
SINOPSIS Gangaa Episode 77
crack
2/12/2016 07:23:00 PM
Serial TV
Bandung, Indonesia*** Sagar memasukkan enam. Ganga meminta Yash untuk membawa bola tapi ia pada gilirannya mengatakan kepadanya untuk mendapatkannya. Anda bowling. Ganga pergi untuk mencari bola. Dia mencapai tempat yang terpencil. laki-laki Omkar ini mencapai sana. Mereka menculiknya. Sagar akan khawatir untuk Ganga ketika dia tidak merespon atau kembali. Dia pergi untuk mencarinya. Ia melihat dua orang membawanya pergi di sebuah van. Dia berjalan setelah van tetapi kehilangan up. Dia berjalan kembali ke rumah.
*** Niru telah membawa seragam untuk Ganga. Amma ji semua tenang. Atleast itu putih. Niru mengangguk. Semuanya putih. Dia sangat cerdas. Dia telah menemukan sebuah sekolah seperti untuknya sehingga Anda tidak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan pada kesalahan apapun. Dia mengatakan madhvi untuk berkemas gaunnya. Kami akan memberikan kejutan. Prabha bertanya-tanya di mana dia setelah semua. Babli mengatakan bahwa dia telah pergi untuk bermain kriket dengan Sagar dan Yash. Amma ji yang kesal. Dia telah pergi keluar untuk bermain dengan anak laki-laki. Ketika ia akan belajar untuk melakukan hal-hal dengan cara yang tepat! Niru yakin dia tidak perlu khawatir tentang Ganga. Dia adalah gadis yang pemberani. Dia bisa menjaga dirinya sendiri. Sagar memasuki. Dia memberitahu semua orang apa yang baru saja dilihatnya. Omkar akan menegang sementara orang lain adalah dalam untuk shock. Saya mencoba untuk menangkap mereka, tetapi mereka melaju di dalam mobil mereka. Mereka membawanya paksa. Niru menyimpulkan bahwa Ganga telah diculik oleh seseorang. Niru mendapat panggilan. Dia pergi ke samping untuk berbicara dengan si penelepon. Prabha bertanya-tanya siapa yang akan menculik Ganga dan mengapa. Dia tidak memiliki ayah yang akan membayar uang tebusan untuk dia! Apakah mereka akan membunuhnya? Madhvi mengatakan padanya untuk tidak berbicara sampah. Harapan Ganga baik-baik saja. Sagar akan khawatir untuk Ganga. Niru mengakhiri panggilan agak tergesa-gesa dan kenyamanan anaknya. Membawa saya ke tempat yang dari mana mereka mengambil Ganga. Sagar berjalan dengan Niru diikuti oleh Yash, madhvi, Pulkit dan Maharaj ji. Amma ji adalah khawatir karena masalah mereka tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Omkar berharap bahwa itu akan baik jika mereka tidak mengetahui tentang gadis itu sama sekali. Aku akan ditangkap jika mereka preman tertangkap. Aku harus simpatik sekarang jadi tidak ada yang meragukan saya. Dia juga pergi setelah mereka.
*** Yash menunjukkan mereka tempat Ganga datang untuk menjemput bola. Omkar bergabung dengan mereka. Niru dapat melihat petunjuk di sekitar yang dapat membantu mereka dalam pelacakan Ganga. Dia meminta Sagar mobil mana mereka mengambil Ganga di. Sagar berada di bawah tekanan mental tapi ingat bahwa itu adalah mobil warna biru. Niru bertanya kepadanya tentang jumlah orang, pakaian mereka. Madhvi dapat melihat kondisinya tapi Niru menunjukkan bahwa hanya Sagar telah melihat mereka. Dia hanya bisa membantu kita dalam menghemat Ganga. Sagar mengatakan ada dua orang. Mobil itu ada. Dia pingsan saat ia mengambil nama Ganga ini. Pulkit memegang dia. Sagar meminta ayahnya jika mereka akan membunuh Ganga. Niru menyangkal. Ceritakan semuanya dari awal. Omkar meminta dia untuk tidak menekan Sagar terlalu banyak. Kondisinya tidak baik. Niru mengirimkan Sagar dengan madhvi. Menelepon Dr. Das. Aku harus menemukan Ganga. Saya harus memberitahu tentang penculikan ini ke polisi atau Ganga bisa mendapatkan masalah. Dia menyebut Raghav ji. Mencapai kantor polisi asap. Omkar menawarkan untuk datang bersamanya.
*** Amma ji yang mondar-mandir dengan cemas. Prabha mengatakan padanya untuk tenang. Gadis itu tidak akan kembali dengan cara ini. Seseorang tidak harus membantu siapa pun di masa sekarang ini. Anda menunjukkan kasihan pada gadis itu dan membawanya pulang tapi ada begitu banyak masalah di rumah karena dia telah datang ke sini. Apa yang akan Anda lakukan jika preman membunuhnya? Gadis itu akan merusak Anda dan rumah ini! Madhvi, Pulkit dan Maharaj ji membawa Sagar rumah. Pulkit pergi untuk membawa doc. Amma ji dan madhvi terus menggosok tangan Sagar, tetapi ia masih sadar. Semua orang khawatir terutama Amma ji. Madhvi mengatakan bahwa ia sudah khawatir untuk Ganga. Dia (Niru) mengajukan beberapa pertanyaan tentang insiden itu dan dia pingsan. Prabha menyalahkan Ganga untuk kondisi Sagar ini. Sagar keuntungan sadar. Dia terus meminta Ganga. Akan dia mati? Madhvi meyakinkannya bahwa dia akan baik-baik saja. Dia menolak untuk minum air juga. Apakah mereka akan membunuh Ganga? Prabha lagi menyalahkan Ganga. Sagar adalah shock karena dia. Apa pun bisa terjadi pada seseorang ketika ia shock. Amma ji memberitahu dia untuk tutup mulut jika dia tidak bisa mengatakan apa-apa yang baik. Dia menghibur Sagar. Sagar terus meminta Ganga.
*** laki-laki Omkar ini telah meninggalkan Ganga di rumah bordil. Mereka telah mengunci dirinya di kamar. Dia bangun dan melihat sekeliling ruangan. Tempat yang ini? Dia poni di pintu meminta bantuan, tetapi sia-sia. Saya bermain kriket dengan Sagar. Bagaimana saya datang ke sini? Yang membawa saya di sini?
SINOPSIS Gangaa Episode 77
Saya harus memakai rok mini. Apakah itu baik-baik saja sekarang? Amma ji bertanya-tanya jika gadis mengenakan saree. Ganga menggeleng. Mereka mengenakan jas. Semuanya dari atas ke kaki berwarna putih. Semuanya terjadi sesuai keinginan Anda. Dapatkah saya pergi sekarang? Anda akan menghentikan saya? Niru mengatakan madhvi bahwa dia benar. Dia telah menemukan cara untuk dirinya sendiri. Saya sangat senang sebagai semua terjadi sesuai rencana Amma ji ini. Niru setuju. Amma ji wont menghentikan Anda sekarang. satu-satunya masalah adalah gaun. Anda telah dipecahkan itu. Mengapa Amma ji pikiran sekarang? Ganga dimulai bertepuk tangan. Saya tahu bahwa semuanya akan baik-baik saja. Amma ji wont marah dan pekerjaan saya akan dilakukan. Dia mengucapkan terima kasih Sagar. Anda mencari yang sekolah bagi saya. Yash adalah senang bahwa dia minimal tidak belajar di sekolahnya. Prabha seperti biasa menambahkan api dalam pikiran Amma ji ini. Madhvi menghargai Ganga untuk semangat dia untuk belajar. Dia bertanya Amma ji jika Ganga bisa pergi ke sekolah sekarang. Amma ji berpikir OW mudah Ganga menggagalkan rencananya. Sekarang saya tidak dapat mengubah kata-kata saya. Saya tidak musuhnya. Mengapa saya keberatan jika anak-anak ada memakai baju putih! Prabha menambahkan bahwa mereka akan harus membayar biaya nya juga. Akan ada biaya. Ganga menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu khawatir. Gadis belajar di sana gratis sampai 8. Tidak ada yang harus membayar apa-apa. Ini akan menjadi bebas biaya. Hal ini sangat baik ji Amma bahwa saya wont harus mengambil satu sen dari Anda dan saya akan belajar. Dia mengangguk dan masuk ke dalam. Niru memberkati Ganga. Madhvi bertanya tentang sekolah barunya. Ganga mengatakan kepada mereka semuanya. Omkar berpikir bahwa aset terbesar Ganga adalah kepercayaan dirinya. Saya harus menciptakan ketakutan dalam pikirannya sehingga dia istirahat.
Amma ji berpikir tentang kata-kata Ganga ini. Prabha datang di sana. Dia tahu bahwa Amma ji terganggu dan tersenyum. Dia berpura-pura menjadi dirinya baik pemberi selamat. Mengapa Anda marah? Jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja. Amma ji tidak menyukainya datang ke sini dan mengatakan kepadanya langsung. Tinggalkan aku sendiri. Prabha berjalan keluar bahagia.
Niru berpikir tentang apa yang telah dikatakan Omkar. Madhvi pemberitahuan dia duduk dengan tenang. Dia berbicara kepadanya tentang sekolah Ganga telah memilih. Dia juga akan pergi ke sekolah sekarang. Dia tahu bahwa dia berpikir tentang Omkar. Niru setuju bahwa mereka tidak bisa begitu saja percaya apa yang dikatakan Omkar jija ji tapi kita tidak tahu kebenaran lengkap. Bagaimana kita mencari tahu tentang hal itu? Kami bahkan tidak bisa berbicara secara terbuka kepada siapa pun. Kita harus percaya Omkar jija ji untuk saat ini. Kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Aku harus mengawasi dia walaupun. Amma ji seharusnya tidak mencari tahu tentang ini. mengangguk madhvi. Dia tidak harus mencari tahu tentang hal ini. Prabha sengaja mendengar ini dan penasaran. Saya telah melihat Niru, madhvi dan Omkar ji berbicara. Mereka semua tampak tegang setelah itu.
Omkar yakin Ganga akan mengatakan madhvi tentang insiden di kuil. Madhvi akan memiliki pada gilirannya mengatakan Niru dan ia mempertanyakan saya. Ganga adalah alasan di balik semua ini! Niru kehilangan kepercayaan pada saya. Itu tidak akan waktu berikutnya lebih mudah baginya untuk percaya padaku. Dia adalah seorang pengacara setelah semua. Dia mendengarkan segala sesuatu yang gadis asing mengatakan. Dia tidak akan mendengarkan saya. Anda (Ganga) sangat bersemangat tentang pergi ke sekolah tapi aku akan merusak kebahagiaan Anda. Aku harus mencari tahu solusi untuk masalah ini nama Ganga. Dia menyebut seseorang. Anda harus mengajarkan pelajaran dengan seorang gadis bernama Ganga. Anda harus melakukannya dengan cepat dan segera. ia mengakhiri panggilan. Aku akan mendapatkan kepercayaan Niru sekali lagi setelah Ganga ini adalah keluar dari jalan.
Prabha mengatakan Amma ji apa yang sedikit yang dia dengar di kamar Niru ini. Mereka pasti menyembunyikan rahasia besar dari Anda. SIL Anda juga marah. Anda harus bertanya kepada mereka tentang hal itu. Niru dan madhvi datang ke sana. Dia meminta dia jika dia ingin mengatakan apa-apa padanya. Niru memutuskan untuk tidak berbagi apa-apa sampai dia tahu kepercayaan lengkap. Amma ji mengambil nama Prabha ini. Dia mengatakan kepada saya bahwa Anda sedang berbicara tentang sesuatu mengenai Omkar dan mencoba untuk menyembunyikannya dari saya. Niru terlihat tajam di Prabha. Dia panik dan mencoba untuk menjelaskan sikapnya. Niru menyatakan bahwa mereka yang tertarik menguping tidak pernah tahu hal-hal dengan benar. Dia berbalik untuk Amma ji. Saya tidak akan menyembunyikan apa pun dari Anda jika itu adalah berbagi layak. Dia terletak Amma ji. Prabha merasa bahwa ia bersembunyi masalah utama. Niru tahu berapa banyak dia percaya Omkar dan mencintai dia. Aku harus sampai pada suatu kesimpulan asap sehingga Anda tidak terluka. Madhvi mengatakan Prabha tidak melakukan sesuatu seperti ini lagi. Saya tidak ingin masalah di rumah karena hal-hal kecil.
Sagar mencari bolanya. Ganga memberikan kepadanya. Anda hanya akan menemukan hal-hal Anda jika Anda akan menjaga mereka dengan baik. Itu di kamar Anda. Dia tahu betapa bahagianya dia akan pergi ke sekolah. Dia mengangguk. Anda hanya membantu saya dalam menemukan sekolah. Saya tidak akan mampu untuk pergi ke sekolah karena seragam berwarna-warni sebaliknya. Anda sangat baik meskipun Anda bertarung dengan saya. itu baik bahwa saya datang ke Banaras dari kota saya atau saya tidak bisa bertemu teman seperti Anda. Dia terkejut bahwa dia tidak marah dengan dia lagi. Dia alasan bahwa dia adalah orang yang terus berjuang padanya. Saya tidak pernah mengatakan bahwa Anda bukan teman saya. Anda adalah teman saya dan akan selalu menjadi teman saya. Ini adalah persahabatan yang sangat istimewa dan saya tidak akan membiarkan hal itu istirahat pernah datang apa yang mungkin! Yash bergabung dengan mereka. Dia terus tangannya di bahu Sagar ini. Dia kemudian terima kasih Sagar juga untuk mencari sekolah lain untuk Ganga. Dia wont studi di sekolah kami Sagar meletakkan tangannya ke bawah. Hal ini tidak seperti sekolah kami tapi itu baik. Ia belajar dan bekerja keras yang mengapa dia semakin untuk belajar. Bicaralah padanya dengan hormat. Yash menunjukkan bahwa dia akan belajar di sekolah Menengah Hindi. Ganga balas bahwa dia juga berbicara dalam bahasa Hindi. Begitu banyak besar orang / pemimpin telah mempelajari Hindi saja. Sagar kagum pada pengetahuan. Yash meminta Sagar untuk bermain kriket. Sagar memberikan bola ke Ganga. Anda belum terpesona bagi saya untuk sementara. Yash adalah kesal.
kelelawar Sagar sementara Ganga mangkuk. Omkar pemberitahuan mereka bermain bersama. Ini adalah waktu untuk mendapatkan dia keluar dari jalan saya! Dia menyebut seseorang. Anda tidak akan menemukan kesempatan yang lebih baik dari ini. Dia menyeringai melihat Ganga. Anda ingin belajar, kan? Pergi ke depan dan mengambil masuk sekarang!
SINOPSIS Gangaa Episode 76
crack
2/12/2016 07:20:00 PM
Serial TV
Bandung, IndonesiaAmma ji berpikir tentang kata-kata Ganga ini. Prabha datang di sana. Dia tahu bahwa Amma ji terganggu dan tersenyum. Dia berpura-pura menjadi dirinya baik pemberi selamat. Mengapa Anda marah? Jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja. Amma ji tidak menyukainya datang ke sini dan mengatakan kepadanya langsung. Tinggalkan aku sendiri. Prabha berjalan keluar bahagia.
Niru berpikir tentang apa yang telah dikatakan Omkar. Madhvi pemberitahuan dia duduk dengan tenang. Dia berbicara kepadanya tentang sekolah Ganga telah memilih. Dia juga akan pergi ke sekolah sekarang. Dia tahu bahwa dia berpikir tentang Omkar. Niru setuju bahwa mereka tidak bisa begitu saja percaya apa yang dikatakan Omkar jija ji tapi kita tidak tahu kebenaran lengkap. Bagaimana kita mencari tahu tentang hal itu? Kami bahkan tidak bisa berbicara secara terbuka kepada siapa pun. Kita harus percaya Omkar jija ji untuk saat ini. Kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Aku harus mengawasi dia walaupun. Amma ji seharusnya tidak mencari tahu tentang ini. mengangguk madhvi. Dia tidak harus mencari tahu tentang hal ini. Prabha sengaja mendengar ini dan penasaran. Saya telah melihat Niru, madhvi dan Omkar ji berbicara. Mereka semua tampak tegang setelah itu.
Omkar yakin Ganga akan mengatakan madhvi tentang insiden di kuil. Madhvi akan memiliki pada gilirannya mengatakan Niru dan ia mempertanyakan saya. Ganga adalah alasan di balik semua ini! Niru kehilangan kepercayaan pada saya. Itu tidak akan waktu berikutnya lebih mudah baginya untuk percaya padaku. Dia adalah seorang pengacara setelah semua. Dia mendengarkan segala sesuatu yang gadis asing mengatakan. Dia tidak akan mendengarkan saya. Anda (Ganga) sangat bersemangat tentang pergi ke sekolah tapi aku akan merusak kebahagiaan Anda. Aku harus mencari tahu solusi untuk masalah ini nama Ganga. Dia menyebut seseorang. Anda harus mengajarkan pelajaran dengan seorang gadis bernama Ganga. Anda harus melakukannya dengan cepat dan segera. ia mengakhiri panggilan. Aku akan mendapatkan kepercayaan Niru sekali lagi setelah Ganga ini adalah keluar dari jalan.
Prabha mengatakan Amma ji apa yang sedikit yang dia dengar di kamar Niru ini. Mereka pasti menyembunyikan rahasia besar dari Anda. SIL Anda juga marah. Anda harus bertanya kepada mereka tentang hal itu. Niru dan madhvi datang ke sana. Dia meminta dia jika dia ingin mengatakan apa-apa padanya. Niru memutuskan untuk tidak berbagi apa-apa sampai dia tahu kepercayaan lengkap. Amma ji mengambil nama Prabha ini. Dia mengatakan kepada saya bahwa Anda sedang berbicara tentang sesuatu mengenai Omkar dan mencoba untuk menyembunyikannya dari saya. Niru terlihat tajam di Prabha. Dia panik dan mencoba untuk menjelaskan sikapnya. Niru menyatakan bahwa mereka yang tertarik menguping tidak pernah tahu hal-hal dengan benar. Dia berbalik untuk Amma ji. Saya tidak akan menyembunyikan apa pun dari Anda jika itu adalah berbagi layak. Dia terletak Amma ji. Prabha merasa bahwa ia bersembunyi masalah utama. Niru tahu berapa banyak dia percaya Omkar dan mencintai dia. Aku harus sampai pada suatu kesimpulan asap sehingga Anda tidak terluka. Madhvi mengatakan Prabha tidak melakukan sesuatu seperti ini lagi. Saya tidak ingin masalah di rumah karena hal-hal kecil.
Sagar mencari bolanya. Ganga memberikan kepadanya. Anda hanya akan menemukan hal-hal Anda jika Anda akan menjaga mereka dengan baik. Itu di kamar Anda. Dia tahu betapa bahagianya dia akan pergi ke sekolah. Dia mengangguk. Anda hanya membantu saya dalam menemukan sekolah. Saya tidak akan mampu untuk pergi ke sekolah karena seragam berwarna-warni sebaliknya. Anda sangat baik meskipun Anda bertarung dengan saya. itu baik bahwa saya datang ke Banaras dari kota saya atau saya tidak bisa bertemu teman seperti Anda. Dia terkejut bahwa dia tidak marah dengan dia lagi. Dia alasan bahwa dia adalah orang yang terus berjuang padanya. Saya tidak pernah mengatakan bahwa Anda bukan teman saya. Anda adalah teman saya dan akan selalu menjadi teman saya. Ini adalah persahabatan yang sangat istimewa dan saya tidak akan membiarkan hal itu istirahat pernah datang apa yang mungkin! Yash bergabung dengan mereka. Dia terus tangannya di bahu Sagar ini. Dia kemudian terima kasih Sagar juga untuk mencari sekolah lain untuk Ganga. Dia wont studi di sekolah kami Sagar meletakkan tangannya ke bawah. Hal ini tidak seperti sekolah kami tapi itu baik. Ia belajar dan bekerja keras yang mengapa dia semakin untuk belajar. Bicaralah padanya dengan hormat. Yash menunjukkan bahwa dia akan belajar di sekolah Menengah Hindi. Ganga balas bahwa dia juga berbicara dalam bahasa Hindi. Begitu banyak besar orang / pemimpin telah mempelajari Hindi saja. Sagar kagum pada pengetahuan. Yash meminta Sagar untuk bermain kriket. Sagar memberikan bola ke Ganga. Anda belum terpesona bagi saya untuk sementara. Yash adalah kesal.
kelelawar Sagar sementara Ganga mangkuk. Omkar pemberitahuan mereka bermain bersama. Ini adalah waktu untuk mendapatkan dia keluar dari jalan saya! Dia menyebut seseorang. Anda tidak akan menemukan kesempatan yang lebih baik dari ini. Dia menyeringai melihat Ganga. Anda ingin belajar, kan? Pergi ke depan dan mengambil masuk sekarang!
SINOPSIS Gangaa Episode 76








